Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Juli 2014

Pegawai ini Dimarah Hingga Berakibat Serangan Jantung

Venleo.com - Serangan jantung pada zaman ini sudah tidak memilih usia, mungkin dikarenakan banyak produk yang kita konsumsi memang tinggi lemaknya ya. Ya, tentu juga ada faktor lain seperti suka marah-marah atau dimarahi orang lain yang sebagaimana dilansir Dailymail.co.uk.

Salah satu contohnya adalah peristiwa yang terjadi di sebuah swalayan di Provinsi Lianong, China. Setelah dimarahi oleh seorang wanita selama 30 menit, pegawai swalayan pingsan dan diduga mengalami serangan jantung.

Awalnya, sang pegawai toko bernama Ling Chen (45 tahun) melihat seorang anak melepas celananya di areal penjualan buah. Ling tahu  bahwa anak itu akan buang air kecil dan segera berlari ke arah anak tersebut untuk melarang. Tindakan tersebut sudah benar, karena cairan urin bisa membawa kotoran pada buah-buahan dan barang yang dijual. Namun, ibu dari anak tersebut marah dan membentang Ling.

Pegawai ini Dimarah Hingga Berakibat Serangan Jantung"Berani-beraninya kau! Anak-anak bisa buang air dimana saja, terserah yang mereka mau. Kita semua tahu menahan buang air adalah hal yang tidak sehat," ujar ibu sang anak yang sangat kesal dengan tindakan Ling.

Mendengar ada keributan, rekan kerja Ling mencoba menenangkan ibu tersebut. Namun wanita itu terus saja marah dan memaki-maki selama 30 menit. Bahkan setelah manager toko turun tangan dan meminta maaf, wanita itu tetap marah dan menjerit-jerit.

Yang menyedihkan, suami pria itu hanya diam sambil menggendong anak mereka saat istrinya marah. Pria itu berdiri di belakang sang wanita dan tidak berbuat apapun.

Akibat serangan pelanggan dalam waktu yang sangat lama, Ling langsung ambruk sambil memegangi dadanya. Dugaan sementara, Ling mengalami serangan jantung karena shock dengan kemarahan wanita tersebut. Ambulance datang beberapa saat kemudian dan membawa Ling ke rumah sakit.

Wanita yang marah-marah itu baru diam setelah Ling ambruk. Beberapa pelanggan sempat mengambil foto kejadian dan tersebar sangat cepat di dunia maya. Reaksi simpati untuk pegawai malang tersebut langsung berdatangan.

"Ini adalah contoh orang tua yang buruk, aku tidak bisa membayangkan bagaimana anak itu akan tumbuh dewasa," tulis pengguna internet di China.

"Memang tidak ada yang bisa menahan buang air. Tentu saja keharusan orang tua membawa anaknya ke toilet jika dia ingin buang air, bukan memaki orang," tulis komentar lainnya.

Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran, terutama pada orang tua. Jika anak merasa ingin buang air, segera bawa mereka ke toilet, bukan mengajarkan buang air di sembarang tempat. Dan pelajaran untuk kita semua, berhati-hatilah saat marah, Anda tidak pernah tahu apakah kemarahan itu bisa membahayakan nyawa orang lain.

Selasa, 15 Juli 2014

Cintailah Orang Tua Kita Ketika Mereka Sudah Usia Senja

Venleo.com - Disaat kita sukses tentu yang paling bahagia adalah orang tua kita. Namun sering kita lupakan adalah jasa-jasa mereka memperjuangkan hidupnya untuk masa depan kita. Mereka seperti kita, mereka juga beranjak dari kecil hingga dewasa dan menjalani masa tua.

Seiring berjalannya waktu, kita semakin dewasa. Kekuatan yang dimiliki oleh orang tua maka berpindah ke dalam tubuh muda kita. Sekarang, coba sisihkan waktu kita di sela-sela kesibukan yang kita miliki. Dan tidak perlu lama untuk mendengarkan suara hati mereka yang tak terucapkan.
Cintailah Orang Tua Kita Ketika Mereka Sudah Usia Senja
Ayah dan ibu akan tua. Tentu akan lebih lamban, lemah dan pelupa. Semua manusia yang berasal dari bayi, saat menua pun kadang akan kembali seperti bayi. Lalu, maukah kita merawat dan menjaga mereka yang pernah membesarkan kita saat masih bayi?
Sulitkah bila kita bersabar seperti bagaimana mereka bersabar untuk mengasuh dan menjawab semua pertanyaan dan celoteh yang kita ungkapkan? Maukah kita menemani mereka dalam masa-masa tuanya, seperti ketika mereka menyempatkan diri di antara kesibukan untuk melihat dan menemani kita bermain hanya agar kita senang?

Sesukses apapun kita saat ini adalah pemberian dari mereka. Mereka tak pernah berhenti memikirkan kita dalam doa-doanya. Luangkanlah waktu sejenak untuk mendengarkan atau memberi mereka sebuah pelukan. Mereka tidak mungkin terus berada disisi kita untuk selamanya.

Selasa, 01 Juli 2014

Arti Mangkuk Kayu, Inilah Keluarga Yang Sesungguhnya

Venleo.com - Kita telah dilahirkan sebagai manusia tentu sudah mempunyai pemikiran yang luas jika dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Siapa yang mau diperlakukan secara tidak wajar? Namun karena ada faktor lain sehingga kita tak dapat melawannya. Kisah inspirasi ini mengajarkan kita bagaimana cara menghargai orang yang lebih tua.

Seorang pria tua yang raganya sudah lemah dan tinggal dengan anak laki-laki dan menantu perempuannya, tak lupa cucunya yang berusia empat tahun. Karena sudah tua, tangan kakek tersebut bergetar dan jalannya pun susah.

Dilansir moralstories.org. Suatu ketika keluarga ini makan bersama di meja makan, karena tangannya yang bergetar dan penglihatannya yang mulai kabur, membuat kakek ini lebih sulit saat makan. Tiba-tiba sendoknya jatuh ke lantai, ketika kakek tersebut berusaha mengambilnya, dirinya lupa jika sedang memegang segelas susu, tak elak lagi, susunya tumpah dan meja menjadi kotor.
Arti Mangkuk Kayu, Inilah Keluarga Yang Sesungguhnya

Anak laki-laki dan istrinya merasa jengkel dengan kekacauan yang ditimbulkan oleh ayah mereka. Merasa sudah cukup bersabar atas apa yang terjadi pada ayahnya, akhirnya anak laki-laki dan istrinya melakukan sesuatu.

Mereka mengatur sebuah meja makan kecil di sudut ruangan, di meja itu sang kakek menghabiskan makanannya sendirian sedangkan anggota keluarga lain makan di meja makan bersama-sama. Makanan untuk kakek disajikan dalam mangkuk kayu, demikian juga dengan air minumnya ditempatkan pada gelas yang tidak bisa pecah.

Ketika anak laki-laki dan menantunya melirik ke sudut tempat sang kakek makan, terlihat air mata menggantung di pelupuk matanya, namun justru sang anak memberikan peringatan tajam, jangan lagi sampai ada sendok atau mangkuk yang jatuh.

Empat tahun berlalu dengan keadaan seperti ini. Suatu ketika pada malam hari, cucu si kakek bermain di lantai terlihat asik bermain dengan mangkuk kecil terbuat dari kayu.

Sang ayah bertanya kepada anaknya, "apa yang sedang kau kerjakan nak?" dan si kecil pun menjawab dengan polos, "Oh, aku membuat mangkuk kecil untuk papa dan mama, nanti akan kuberikan sebagai tempat makan papa dan mama saat aku sudah besar nanti.

Kata-kata ini begitu terasa menyesakkan hati, tanpa mampu mengeluarkan sepatah katapun, air mata suami istri ini mengalir deras, menyadari apa yang sudah mereka lakukan pada ayah mereka.

Akhirnya malam itu juga, sang anak memegang tangan ayahnya dengan lembut dan membawanya kembali ke meja makan keluarga dan tak mempedulikan lagi meskipun sang ayah menjatuhkan sendok atau meja makan jadi kotor.

Anda menuai apa yang Anda tabur. Terlepas bagaimanapun hubungan Anda dengan orang tua Anda, suatu saat Anda akan kehilangan mereka untuk selamanya. Jangan sampai menyesal ketika hal itu terjadi, maka dari sekarang selalu hormati, peduli, dan cintai mereka. Ingatlah ketika mereka juga melampaui masa-masa yang sulit ketika mereka membesarkan Anda.

Selasa, 03 Juni 2014

Kabar yang Aku terima itu, Benarkah Nyata?

Venleo.com - Hidup di dunia ini semua manusia ingin mencari hidup panjang, namun hal itu tentu tak dapat kita tentukan. Malaikat maut selalu menghantui makhluk hidup di muka bumi ini, dan tentu tidak terkecuali pada diri kita, sebuah kisah renungan bawah ini mengajak kita untuk menghargai jika masih sempat, berikut lansiran dari Vemale.com.

Dua tahun yang lalu, ya sekitar dua tahun yang lalu aku masih bertemu dengannya. Saat itu ia ikut mengantarku ke stasiun Bandung. Setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari sebuah perusahaan tempatku bekerja di sana, aku pun langsung kembali ke tempat asalku di Malang.

Kabar yang Aku terima itu, Benarkah Nyata?

Tadinya aku merasa bingung bagaimana aku bisa membawa semua barang untuk kubawa pulang. Total ada lima tas yang harus kubawa pulang bersama, termasuk satu ransel gunung yang penuh dengan baju. Ah, pasti akan repot sekali untuk sekadar membawanya hingga ke stasiun.

Beberapa jam sebelum aku berangkat ke stasiun, seorang sahabat mengirimkan SMS. Heny namanya. Ia memberitahuku akan ikut mengantarku pergi ke stasiun bersama Dewi. Bersyukur sekali rasanya bisa dibantu dengan dua sahabat yang sekaligus jadi teman kantorku saat itu. Sampai di stasiun, sambil menunggu kereta datang, kami masih sempat mengobrol dan becanda.

Dewi pun sempat membawakan satu tas ransel--tas paling berat yang kubawa saat itu. Itu adalah pertemuan terakhirku dengan Dewi di Bandung. Kupikir aku masih akan bisa bertemu dengannya lagi, apalagi setelah ia sempat berkata punya rencana untuk mengunjungi Malang. Tapi, berita yang kuterima hari Minggu pagi tadi membuat kesempatan untuk bisa bertemu dengannya lagi sirna.

Dari seorang sahabat yang tinggal di Bandung, aku diberi kabar bahwa Dewi.. meninggal. Ia ikut menjadi satu dari tiga korban tewas dalam kecelakaan yang terjadi di Tol Cipularang. Kubaca lagi pesan itu, ini benar-benar Dewi? Dewi yang selalu tersenyum manis ke setiap orang? Dewi yang selalu jadi sahabat paling baik dan paling menyenangkan untuk diajak mengobrol itu?

Aku langsung membuka akun Facebook. Beberapa sahabat dekatnya yang lain juga membuat status baru, termasuk Heny. Heny bahkan (dalam status Facebooknya) bercerita bahwa ia sebenarnya tidak ingin mempercayai kabar itu, ia berusaha untuk menghubungi ponsel Dewi.

Ia berharap Dewi masih akan mengangkat teleponnya dan mengabarkan bahwa dirinya baik-baik saja. Tapi, sia-sia, kabar duka itu memang benar adanya.

Teringat lagi dengan beberapa cerita dan kenangan yang pernah kumiliki bersamanya. Trekking bersamanya di Dago Pakar, menikmati matahari terbenam dan matahari terbit di Pantai Pangandaran bersama-sama, dan juga obrolan yang selalu ceria bersamanya. Tak heran jika ia memiliki banyak sekali sahabat. Sosok ramah dan selalu tersenyum itu memang selalu disukai banyak orang.

“Friendship is the hardest thing in the world to explain. It's not something you learn in school. But if you haven't learned the meaning of friendship, you really haven't learned anything.”

Muhammad Ali

Dan, ya, pertemuanku dengannya dua tahun lalu itu adalah pertemuan yang benar-benar terakhir kalinya. Ladies, apakah saat ini Anda masih bisa bertemu atau bertukar sapa dengan sahabat Anda?

Kita tak akan tahu pasti pertemuan yang manakah yang menjadi pertemuan terakhir itu. Bisa jadi ia yang akan melanjutkan perjalanan terlebih dahulu, tapi bisa jadi juga kita lah yang akan melanjutkan perjalananitu terlebih dahulu.

Senin, 02 Juni 2014

Hebat, Ada Pernikahan Yang Unik di China

Venleo.com - Pernikahan biasanya pengantin wanita akan menggunakan mobil untuk datangi lokasi, dan itu sudah menjadi hal umum bagi masyarakat sekarang ini. Namun bagaimana kalau pengantin wanita menunggangi seekor sapi untuk menuju lokasi pernikahan? Hal tersebut tentu menjadi gempar bukan?

Mengapa mereka melakukan pernikahan unik ini? Alasannya, karena sang pengantin pria ingin menghidupkan kembali legenda kuno China yang pernah dia dengar. Pengantin pria tersebut, Zheng Fu, 37, mengungkapkan keinginannya pada sang calon istri, Yi Yang, 35. Awalnya Yi terkejut, namun ketika Zheng menceritakan alasannya, Yi merasa terharu dan melulukan permintaan kekasihnya.

Hebat, Ada Pernikahan Yang Unik di China
Jadi, di hari pernikahannya dengan Zheng, Yi, dengan berbalut gaun pengantin serba putih dengan bunga di tangan, melompat anggun ke punggung seekor sapi, dan kemudian diantar ke gereja, dimana Zheng sudah menunggu.

Tentu pemandangan unik itu menjadi tontonan di jalan. Tapi, Yi mengaku bahagia. "Ini adalah pernikahan yang sangat unik. Saya bahagia Zheng mengusulkan hal ini," ujarnya seperti dilansir Daily Mail.

Zheng sendiri mengatakan legenda China tentang seorang pengembala sapi miskin bernama Niulang sudah merasuk dalam hatinya. "Kisah Niulang adalah cerita tentang cinta sejati. Saya ingin Yi menaiki sapi, karena saya akan menjadi Niulang baginya, seseorang yang akan mencintai dia selamanya, dengan segenap hati dan jiwa," kata Zheng.

Ksah cinta Niulang mirip dengan cerita rakyat Indonesia berjudul Jaka Tarub. Menurut legenda, Niulang adalah pemuda yang sangat miskin. Dia bekerja sebagai penggembala sapi. Niulang sangat perhatian terhadap sapi-sapi yang dia gembalakan. Suatu hari, seekor sapi mengatakan padanya, akan ada tujuh bidadari cantik yang turun dari surga untuk meniti pelangi.

Terpesona pada kecantikan salah satu bidadari, Niulang mencuri selendang milik sang bidadari yang membuatnya tidak bisa kembali ke surga. Niulang mengatakan pada bidadari tersebut dia akan mengembalikan selendangnya hanya jika sang bidadari menikahinya.

Bidadari tersebut setuju. Dia menikahi Niulang dan memberinya dua anak. Sayangnya, Raja Langit, ayah dari ketujuh bidadari, mengetahui bahwa pelangi kehilangan satu warna, dia pun memaksa putrinya kembali pulang.

Sang bidadari yang kini jatuh cinta pada kebaikan Niulang memohon pada ayahnya agar diizinkan tetap tinggal di bumi. Dia berjanji akan kembali ke surga satu hari setiap tahunnya, dengan meniti pelangi, di atas punggung sapi, yang mempertemukan dia dengan cinta sejatinya, Niulang.

Selasa, 06 Mei 2014

Berdoalah Apa yang Kita dapatkan Daripada Menyesali

Venleo.com - Selama kita dilahirkan dan diberi sepasang kaki, tangan dan mata tentu memiliki makna. Terutama mata, ia mengajarkan kita untuk melihat dan mengetahui sisi baik dan buruk orang lain. Disanalah kita dapat menilai sisi dan prilaku seseorang dari mata kita.

Tapi, pada saat Anda melihat pada keberuntungan orang lain, Anda akan berfikir dan menyesali mengapa nasib Anda tidak seberuntung mereka. Sebagian berlapang dada, sebagian lagi benar-benar menyesalinya.

Berdoalah Apa yang Kita dapatkan Daripada Menyesali

Seumpamaan, orang yang pesimis hanya akan melihat hambatan sebagai kegagalan dan orang yang positif akan melihat hambatan sebagai sebuah kesempatan. Video ini bisa menjadi sebuah gambaran, bahwa tak semua kesulitan perlu disesali.



Percayakah Anda tidak semua keindahan yang Anda lihat memang seperti itu adanya? Ada orang miskin yang hanya tinggal di rumah kecil dan makan nasi dengan garam, tapi selalu bersyukur dengan keadaannya yang sehat. Ada juga yang tinggal di rumah besar dan makan enak, namun ternyata hidupnya tak tenang dan sering sakit.

Umpamaan dan elajarannya adalah, tak semua seperti kelihatannya. Setiap orang punya kebahagiaan dan cobaannya masing-masing. Dan di setiap cobaan itu, kita tak harus menyesalinya.

Kadang apa yang kita inginkan memang bukan yang terbaik untuk kita. Hal ini mungkin terlihat ironis, tapi percayalah, akan selalu ada hal yang lebih baik untuk kita. Yang perlu Anda lakukan hanya berusaha dan bersyukur atas apa yang Anda miliki sekarang.