Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Juli 2014

Inspirasi : Wanita ini Membuat 1000 Boneka Untuk Mengobati Kankernya

Venleo.com - Tidak semua orang bisa menghadapi kenyataan yang ia alami, hal tersebut ada sebagian menanggapi secara pasrah dan ada juga memperjuangkan sisa-sisa hidupnya untuk menyempurnakan hidupnya di dunia ini.

Seperti halnya yang diderita Zhou Jie dengan penyakit beratnya, hidup tetap harus semangat. Itulah yang ada di dalam benak seorang wanita 26 tahun. Di usia yang sangat belia, ia mengidap kanker usus yang pelan-pelan menggerogoti tubuhnya.

Wanita ini Membuat 1000 Boneka Untuk Mengobati Kankernya

Sebulan setelah menikah di bulan Oktober 2012, Zhou Jie menerima kabar buruk yang bagai petir di siang bolong. Untuk mengobati penyakitnya ia sudah menguras hampir seluruh simpanan keluarganya.

Sebenarnya dia bisa meminta sumbangan dan mencari donatur, namun wanita itu lebih memilih untuk membuat boneka dan menjualnya secara online. Hasil penjualan boneka tersebut dipakai untuk membiayai pengobatannya sendiri.

Wanita asal Sichuan ini disebut sebagai si gadis boneka karena kisahnya yang mengharukan di Weibo. Zhou Jie memang membuat mini diary dalam micro blognya di Weibo. Hujan simpati pada kisah Zhou Jie mengetuk hati para sukarelawan yang kadang datang untuk membantu wanita itu membuat dan menjual boneka secara online.

Meski sudah mengusahakan pengobatannya sendiri dengan menjual boneka, kondisi Zhou Jie tak bisa dikatakan membaik. Meski tubuhnya semakin kurus, ia tetap membuat boneka-boneka lucu untuk dijual. Setidaknya, ia tak banyak membebani keluarganya untuk biaya pengobatan.

Berjuang dengan penyakitnya selama hampir 2 tahun, akhirnya Zhou Jie berpulang pada Sang Pencipta pada 29 Juni lalu, Zhou meninggal setelah mengalami koma di sela-sela membuat boneka tanda terima kasih untuk pembelinya. Ia meninggal dengan tenang tanpa penyesalan setelah berhasil membuat 1000 buah boneka.

Bahkan, setelah ia meninggal, Zhou Jie masih berbagi kebaikan. Semasa hidup, ia sudah setuju untuk mendonorkan organ tubuhnya. Sungguh mulia masa hidup Zhou Jie yang di sisa hidupnya masih memikirkan orang lain. Walau hidup ini hanya sementara, tapi jika kita manfaatkan dengan benar pasti sangat berwarna. Selamat beristirahat dengan tenang ya Zhou Jie.

Selasa, 01 Juli 2014

Kisah Seorang Gadis Yang Sangat Menyayangi Neneknya

 Venleo.com - Kasih sayang orang tua memang melebihi segalanya, tidak terkecuali juga sang nenek. Pada saat kedua orang tua kita berjuang mencari nafkah, sang neneklah yang menjadi peran seperti orang tua kita. Seperti yang dilakukan oleh Wan Zongsiu kepada cucunya, Huang Lihua.

Huang Lihua dibesarkan oleh Wang Zongsiu yang menganggapnya seperti anak sendiri sejak tahun 90-an. Namun seiring berjalannya waktu, Wang yang semakin menua tidak mampu pergi kemana-mana sendirian.

Kondisi ini tentunya membuat khawatir Huang. Wang pun menghabiskan banyak waktunya sendirian di rumah, di sebuah desa yang terletak di Chongqing, China, demikian dilansir shanghaiist.com.

Mengapa Wanita Ini Sangat Mencintai Neneknya, Ini Kisahnya

Tidak mau neneknya kesepian, Huang pun memutuskan untuk mengajak sang nenek, kemanapun ia pergi. Huang yang membuka restoran barbeque di siang hari pun, tak keberatan mengajak sang nenek ke tempat kerjanya setiap hari. Kala sang nenek sakit, Huang bergantian dengan kekasihnya, menggendong dan mengantar neneknya ke dokter.

"Semua yang saya berikan dan lakukan pada nenek, dulunya pernah beliau lakukan saat saya masih kecil," ujar Huang tentang apa yang dilakukannya. Tanpa ragu Huang menggandeng tangan sang nenek dan menyuapinya saat makan.

Dalam hidup ini, kita takkan dapat membalas apa yang telah orang tua kita berikan. Hingga saatnya mereka semakin bertambah tua, mereka tentunya tak menginginkan sedikit pun harta yang kita miliki. Hanya kasih sayang dan perhatian yang membuat hari-hari mereka menjadi berarti. Seumpama dimana mereka menanam bening distulah mereka menuai padi.

Selasa, 03 Juni 2014

Anak-Anak India ini Menggunakan Tas Kardus Untuk Sekolah

Venleo.com - Hidup di dunia ini tentu ada beda golongan yang berupa miskin dan kaya, hal tersebut sudah diatur oleh maha pencipta. Dan hal tersebut terjadi pada anak India. Banyak anak di India yang tak mendapatkan kemewahan atau fasilitas sekolah yang memadai untuk belajar, bahkan sekadar bangku atau meja untuk belajar di sekolah. Kenyataan ini pun akhirnya mendorong sebuah lembaga non-profit menciptakan Help Desk.

Sebagaimana yang diberitakan dari huffingtonpost.com, sebuah tim di Aarambh sebuah organisasi yang terletak di New Bombay tergerak untuk menciptakan Help Desk. Help Desk ini dibuat untuk membantu masyarakat pedesaan dan perkampungan yang membutuhkan.

Anak-Anak India ini Menggunakan Tas Kardus Untuk Sekolah

Apakah Help Desk ini?  Help Desk ini adalah tas kardus, tepatnya tas yang dibuat dari kardus-kardus bekas. Fungsinya pun tidak terbatas hanya sebagai tas sekolah tetapi juga bisa dijadikan sebagai meja untuk belajar di ruang kelas.

Setelah memproduksi Help Desk, Aarambh mendistribusikan produknya ke sekolah-sekolah di Maharashtra, sebuah daerah di wilayah barat India. Meskipun tas ini terlihat sederhana dan jauh dari kesan mewah, anak-anak di sana sangat senang. Mereka pun semakin semangat dan gembira untuk belajar karena merasa lebih nyaman dan bisa melakukan kegiatan belajar dengan lebih efektif.

Kurangnya bangku kelas hanya satu dari sejumlah hambatan atau masalah yang dihadapi oleh anak-anak di India. Masalah lain yang dialami anak-anak India adalah kurangnya sistem sanitasi yang baik.

Jumlah toilet umum terbatas bahkan bisa sangat berbahaya jika digunakan. Bagi anak-anak perempuan, kurangnya pembalut juga membuat mereka enggan pergi ke sekolah (kebersihan diri yang belum bisa terpenuhi membuat mereka memilih untuk tidak datang ke sekolah).

Di Indonesia juga masih banyak anak yang belum mendapatkan akses pendidikan yang cukup. Jika Anda memiliki semangat untuk membantu menyelamatkan generasi masa depan atau memberikan kontribusi langsung untuk pendidikan anak-anak saat ini, jangan ragu untuk segera bertindak sekarang juga.

Begitu Mulianya dari Sebuah Kata Cinta, Mayat Tetap Bersatu

Venleo.com - Pada bulan September 2013, sebuah tragis yang menelan 366 nyawa imigran dari benua Afrika. Para imigran ini berniat untuk menuju negara Italy dengan menggunakan kapal laut, namun, naas, di tengah perjalanan kapal mereka terbakar dan akhirnya tenggelam.

Tidak dilakukan pencarian atas kapal naas ini hingga kapal lain tenggelam di wilayah pantai Lampedusa, sehingga tim penyelamat dan polisi akhirnya melakukan investigasi pada bangkai kapal tersebut.

Begitu Mulianya dari Sebuah Kata Cinta, Mayat Tetap Bersatu

Seperti yang diberitakan dari metro.co.uk, sebuah potret mengerikan terlihat dari foto-foto yang diambil oleh para penyelam. Tim penyelamat bahkan menggambarkannya sebagai pemakaman di dalam laut.

Seorang polisi penyelam, Renatoi Sollustri menceritakan kisah horror yang dialaminya saat melakukan penyelamatan.

"Para penyelam masih memiliki cadangan oksigen untuk 10 menit ketika mereka berhasil melewati sebuah dinding penuh mayat kemudian menuju ke kabin terakhir dan melihat sesosok mayat ibu hamil. Sampai ketika kami memindahkan mayat tersebut untuk diserahkan pada teman kami di kapal, mereka menemukan fakta mengejutkan. Di kaki wanita tersebut terdapat mayat bayi yang baru lahir. Tidak ada yang bisa mempercayainya. Kami semua mulai menangis, masker saya penuh dengan air mata," ungkapnya sedih.

Selain itu, para penyelam juga mendapati mayat sepasang kekasih, seakan tak mau dipisahkan, mayat tersebut terlihat sedang berpelukan. Mereka meninggal bersama dalam pelukan orang yang dicintainya. Sebuah foto menyedihkan yang tragis, meskipun memiliki sisi romantis, menjadi bukti dari cinta mereka.