Selasa, 23 Februari 2016

Resmi, Rio Haryanto Pembalap F1 Indonesia Pertama

Rio Haryanto akhirnya bisa mewujudkan impiannya untuk menjadi pembalap Formula 1, sekaligus mengukir sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang berlaga di balapan mobil paling prestisius tersebut.

Kepastian ini didapat setelah tim Manor Racing mengumumkan telah menandatangani kontrak Rio, Kamis (18/2).

"Berita hebat! Kami telah mengontrak Rio Haryanto untuk kursi kedua. Tim 2016 kami yang berisi (pembalap) muda dan lapar gelar telah lengkap," bunyi pernyataan tim tersebut di akun Twitter resminya.

"Welcome to the team, Rio! Tak sabar melihat Anda mengendarai MRT05 pekan depan."

Sementara itu Rio dikutip mengatakan dia sangat antusias untuk segera membela Manor.

"Manor Racing adalah tim dengan visi menarik dan rencana ambisius. Mereka telah menghasilkan paket yang hebat dan saya tak sabar segera naik mobil," kata Rio.

Dengan demikian, daftar para pembalap Formula 1 musim 2016 juga telah lengkap, yaitu:

Mercedes: Lewis Hamilton, Nico Rosberg
Ferrari: Sebastian Vettel, Kimi Raikkonen
Williams: Valtteri Bottas, Felipe Massa
Red Bull: Daniil Kvyat, Daniel Ricciardo
Force India: Sergio Perez, Nico Hulkenberg
Renault: Kevin Magnussen, Jolyon Palmer
Toro Rosso: Max Verstappen, Carlos Sainz
Sauber: Felipe Nasr, Marcus Ericsson
McLaren: Fernando Alonso, Jenson Button
Manor: Pascal Wehrlein, Rio Haryanto
Haas: Romain Grosjean, Esteban Gutierrez

Hafidz Cilik Asal Indonesia ini Ingin Jadi Imam Besar Mekkah

Hafiz cilik Indonesia, Bernama Muhammad Abdul Rasyid, memiliki bakat yang luar biasa. Bisa menghafal Alquran secara otodidak. Dia juga bisa menirukan irama dari 15 imam dunia. “Saya ingin jadi imam Mekah,” kata Rasyid.

Dan dia juga mempunya mimpi besar. Bocah asal Pekanbaru, Riau, itu bercita-cita ingin menjadi imam besar dunia sehingga bisa memimpin umat Muslim berdoa kepada Allah.

“Saya ingin jadi imam Mekah,” kata Rasyid saat berbincang dengan Dream melalui saluran telepon beberapa waktu yang lalu.

Bocah yang masuk enam besar kontes hafiz cilik yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta itu memang punya bakat luar biasa. Usianya boleh saja masih tujuh tahun, namun dia sudah hafal tujuh juz Alquran. Tahun ini dia targetkan untuk menghafal 30 juz.

Belum lagi, dia mampu menirukan irama bacaan Alquran dari 15 imam besar dunia. Selain itu, dia juga menghafal hadis-hadis dan pengetahuan agama lainnya. Tentu itu menjadi modal besar untuk menggapai mimpi.

Rasyid, yang diberi gelar Syekh oleh Syekh Ali Jaber karena keahliannya melantunkan ayat suci Alquran itu, memang luar biasa. Dia mampu menghafal Alquran secara otodidak, tanpa bimbingan siapa pun.

Sementara, kemampuannya menirukan irama 15 imam dunia juga dia pelajari sendiri dari internet, tanpa bimbingan guru. “Belajar dari Youtube. Dicari, dengarkan, terus ditangkap,” ujar Rasyid.(sumber)

Kamis, 21 Januari 2016

HEBOH!! Tulisan di Prasasti Peresmian Kareta Cepat Jakarta-Bandung yang Ditandatangani Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan proyek pembangunan kereta cepat koridor Jakarta-Bandung, Kamis, 21 Januari 2016. Hal itu ditandai dengan ditekannya tombol peresmian oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kawasan kebun teh Madalawangi Maswati, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.


Dilaporkan oleh merdeka.com, usai peresmian, Jokowi yang didampingi sejumlah menteri kabinet kerja dan sejumlah kepala daerah tingkat I dan II dari DKI Jakarta dan Jawa Barat, terjun langsung ke lokasi pengerjaan yang akan diproyeksikan sebagai salah satu stasiun kereta cepat. Di sana, Jokowi menandatangani prasasti. Jarak tempat peresmian dengan lokasi pengerjaan proyek hanya sekitar 50 meter.

Namun ada yang janggal dengan tulisan di atas prasasti tersebut. Tertera tulisan lokasi dan tanggal peresmian. Lalu di bagian bawahnya tercantum,"Peletakan batu pertama pembagunan kereta cepat Jakarta-Bandung" dan ditutup dengan tandatangan Presiden Jokowi. Terlihat ada salah tulis di kata "pembagunan" yang harusnya "pembangunan".

Foto prasasti ini kemudian menyebar di media sosial. Namun, nyaris semua reaksinya adalah rasa maklum bahwa itu adalah pekerjaan manusia yang khilaf. "Manusia itu tempatnya salah dan lupa," demikian ujar akun bernama Zen Zulkarnaen.(sumber)

Negara Terbaik Dunia 2016, Indonesia Peringkat Berapa?

Indonesia menduduki peringkat 42 dari 60 negara terbaik di dunia tahun ini. Terendah ketimbang lima negara sekawasan.

Yaitu, Singapura menduduki posisi 15, Thailand (21). Kemudian, Malaysia ranking 28, Vietnam (32), dan Filipina (33).

Adapun posisi puncak dipegang Jerman. Diikuti Kanada, United Kingdom, Amerika Serikat, dan Swedia.

Demikian hasil studi terkait negara terbaik dunia tahun ini yang diumumkan pada pertemuan tahunan forum ekonomi dunia (WEF) di Davos, Swiss, kemarin.


Studi tersebut merupakan proyek keroyokan antara U.S. News & World Report, BAV Consulting, dan Wharton School of Business.

Ketiganya hanya memilih 60 negara sebagai obyek studi. Pemilihannya mengacu pada empat benchmark.

Yaitu, daftar seratus negara dengan produk domestik bruto tertinggi 2013 versi PBB, daftar seratus negara dengan kunjungan turis asing terbanyak 2012 kepunyaan Bank Dunia.

Lalu, daftar seratus negara dengan aliran investasi asing terbanyak 2013 dari PBB, daftar 150 negara dengan indeks pembangunan manusia terbaik 2014 milik PBB.

"Negara yang tak ada dalam empat benchmark itu tidak dimasukkan," demikian dilansir usnews.com.

Jika dikalkulasi, 60 negara terpilih menguasai 90 persen PDB dan 75 persen populasi penduduk dunia.

Adapun survei dilakukan terhadap 16.248 individu di 36 negara tersebar di empat kawasan: Amerika, Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

Sementara penilaian dilakukan atas sembilan faktor. Diantaranya, pengaruh kultur, kewirausahaan, kewarganegaraan, keterbukaan bisnis, kualitas hidup, dan lainnya.(sumber)

Minggu, 10 Januari 2016

Ucap Salam Penutup, Megawati Keseleo Lidah

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mendadak terbata-bata pada saat menyampaikan kalimat penutup dalam pidatonya di Rakernas PDIP.

Putri dari Presiden pertama Soekarno tersebut keseleo lidah saat mengucapkan Allah subhanahu wa wa'ala.

"Subuhan wa ta'ala," katanya di JI EXPO, Kemayoran, Jakarta, Minggu (10/1/2015).

Saat akan mengucap salam di penutup, Megawati kembali keseleo lidah pada saat mengatakan wasalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dia sempat mengulang kata-kata itu sebanyak dua kali, namun tetap saja salah. Mega bukan mengucapkan 'wabarakatuh' tetapi 'wabarakatih'.

"Wasalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatih," katanya yang setelah itu mememikkan kata merdeka kepada ribuan kader PDIP.(Sumber)

Umat Yahudi Prancis Ramai-Ramai Hijrah ke Israel

Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls menyesalkan meningkatnya jumlah kepergian Yahudi Prancis ke Israel. Pernyataan Valls itu diungkapkan ketika bertemu pemimpin Yahudi di peringatan serangan satu tahun ke kantor Charlie Hebdo, Sabtu (9/1) malam.

Peringatan itu merupakan bagian dari upaya untuk meredakan ketegangan agama di Prancis, sekalius memperingati serangan ke kantor majalah satir Charlie Hebdo. Tetapi, ketegangan antara umat Yahudi dan Muslim Prancis tetap tinggi lantaran dalam satu tahun terakhir ekstrimis menewaskan lebih dari 150 orang dalam berbagai serangan.

Valls bergabung dengan keluarga korban guna menandai peringatan penembakan 9 Januari di pasar Hypercacher. "Prancis tidak akan menjadi Prancis tanpa umat Yahudi," katanya.

Menurut angka dari Badan Yahudi, umat Yahudi dalam jumlah besar dan lebih besar meninggalkan Prancis karena tidak lagi merasa aman di rumahnya. Beberapa karena kekhawatiran keamanan setelah pengepungan pasar tahun lalu.

Mereka mengklaim antisemit di Prancis sangat tinggi saat ini. Karenanya, mereka mendesak pemerintah Prancis menekan jumlah ekstrimis. "Ini jenis peristiwa yang terjadi lagi dan lagi," kata seorang warga Paris, Rachel Benecmous.(sumber)

Inilah Motif Kritik Megawati ke Presiden Jokowi

Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri soal pengembalian fungsi dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk mengatur Garis Besar Haluan Negara (GBHN) mendapat respons publik. Menurut pengamat politik dari Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, pernyataan itu ada motifnya.

Salah satunya, partai tersebut ingin berperan lebih banyak dalam pemerintahan. Namun, uapaya itu belum terwujud. "PDIP sulit mengontrol Presiden Joko Widodo," kata Hanta ketika dihubungi, Minggu, 10 Januari 2015.

Kesulitan PDI Perjuangan mengontrol pemerintah, kata Hanta, terlihat dari sikap partai dalam satu tahun terakhir, yang cenderung lebih tajam dibandingkan dengan partai yang mengambil peran oposisi.

Masih menurut Hanta, PDI Perjuangan terkesan belum sepenuhnya mendukung presiden karena permintaannya belum dipenuhi oleh pemerintah. Hanta tidak menjelaskan apa permintaan itu. Namun, kata Hanta, sebagai partai pemenang pemilu, mestinya bisa memperbaiki komunikasi dan negosiasi dengan pemerintah. "Rakernas menjadi momentum PDIP memperbaiki hubungan dengan presiden," katanya.

Pernyataan Megawati itu disampaikan dalam acara pembukaan Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan di Jakarta Kemayoran Expo, Minggu, 10 Januari 2015. Dalam acara tersebut, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir.

Hanta menambahkan, jika PDI Perjuangan ingin gagasannya diakomodasi, maka pola pembangunan jangka panjang atau Garis Besar Haluan Negara, pemerintah harus duduk bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. "Karena perlu penataan ke daerah," katanya.

Sebenarnya, kata Hanta, pemerintah sudah punya program serupa dengan nama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Namun, program itu kurang berhasil karena ada perbedaan di tingkat pusat dan di daerah. "Harus hati-hati dan punya grand design yang jelas," ujarnya. (sumber)