Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2016

Partisipasi Pemilih dalam Pilkada Seretak Baru 69 Persen



Seorang pemilih mencelupkan jari di tinta seusai memberikan hak pilih di TPS. Ant/Sigid Kurniawan.


Metrotvnews.com, Jakarta: Partisipasi nasional dalam Pilkada serentak 2015 masih di bawah harapan. Tingkat partisipasi nasional dalam Pilkada baru mencapai 69 persen.

Dari 229 daerah yang menggelar Pilkada dengan jumlah data pemilih tetap sebanyak 94.117.455, partisipasi pemilih rata-rata mencapai 69 persen. Dalam data tersebut, pemilih berjenis kelamin perempuan lebih banyak menggunakan hak pilihnya dengan selisih cukup tinggi yaitu 4 persen.
Pilkada kita totalnya 269, diundur 5 jadi, 264. Nah, tidak semuanya rekapitulasinya masuk 100 persen. Yang 100 persen hanya 229. Sisanya belum lengkap seratus persen," kata Koordinatior JPPR Masykurudin, Kamis (17/12/2015).

Dari data yang diterima, jumlah pemilih laki-laki mencapai angka 47.031.770 atau 49,9 persen. Sementara pemilih perempuan mencapai 47.085.685 atau 50,1 persen.

Sementara itu, untuk data partisipasi pemilih mencapai 60.099.431, dengan rincian, partisipasi pemilih laki-laki 28.640.178 (48 persen) dan partisipasi pemilih perempuan 31.459.253 (52 persen).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay juga memaparkan angka partisipasi pemilih sementara di Pilkada kemarin di tiga tingkat daerah.

"Angka sementara KPU rata-rata tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur 67,34 persen, Pilkada Bupati dan Wakil Bupati 70,36 persen dan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota adalah 65,07 persen. Itu belum 100 persen," ungkap Hadar.

Untuk tingkat partisipasi di bawah rata-rata 60 persen masih ada 34 daerah. Sementara partisipasi 60-70 persen ada 84 daerah. Partisipasi 70-80 persen ada 88 daerah. Dan partisipasi diatas 80 persen ada 23 daerah.

Berikut adalah data 10 daerah yang tingkat partisipasinya paling rendah dan tinggi:

10 Daerah Partisipasi Paling Rendah :

1. Kota Medan, 27 persen.

2. Kota Batam, 50 persen.

3. Kabupaten Serang, 51 persen

4. Kabupaten Kota Waringin Timur, 52 persen

5. Kabupaten Jember, 52 persen.

6. Kabupaten Tuban, 52 persen.

7. Kabupaten Karimun, 54 persen.

8. Kabupaten Padang Pariaman, 55 persen.

9. Kabupaten Agam, 55 persen.

10. Kabupaten Asahan, 55 persen.


10 Daerah Partisipasi Paling Tinggi :

1. Kabupaten Mamuju Tengah, 92 persen.

2. Kabupaten Nabire, 92 persen.

3. Kabupaten Sorong Selatan, 91 persen.

4. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 89 persen.

5. Kabupaten Bone Bolango, 88 persen.

6. Kota Tomohon, 88 persen.

7. Kabupaten Konawe Utara, 88 persen.

8. Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, 85 persen.

9. Kabupaten Melawi, 85 persen

10. Kabupaten Pakpak Bharat, 83 persen.

Partisipasi Pemilih dalam Pilkada Seretak Baru 69 Persen



Seorang pemilih mencelupkan jari di tinta seusai memberikan hak pilih di TPS. Ant/Sigid Kurniawan.


Metrotvnews.com, Jakarta: Partisipasi nasional dalam Pilkada serentak 2015 masih di bawah harapan. Tingkat partisipasi nasional dalam Pilkada baru mencapai 69 persen.

Dari 229 daerah yang menggelar Pilkada dengan jumlah data pemilih tetap sebanyak 94.117.455, partisipasi pemilih rata-rata mencapai 69 persen. Dalam data tersebut, pemilih berjenis kelamin perempuan lebih banyak menggunakan hak pilihnya dengan selisih cukup tinggi yaitu 4 persen.
Pilkada kita totalnya 269, diundur 5 jadi, 264. Nah, tidak semuanya rekapitulasinya masuk 100 persen. Yang 100 persen hanya 229. Sisanya belum lengkap seratus persen," kata Koordinatior JPPR Masykurudin, Kamis (17/12/2015).

Dari data yang diterima, jumlah pemilih laki-laki mencapai angka 47.031.770 atau 49,9 persen. Sementara pemilih perempuan mencapai 47.085.685 atau 50,1 persen.

Sementara itu, untuk data partisipasi pemilih mencapai 60.099.431, dengan rincian, partisipasi pemilih laki-laki 28.640.178 (48 persen) dan partisipasi pemilih perempuan 31.459.253 (52 persen).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay juga memaparkan angka partisipasi pemilih sementara di Pilkada kemarin di tiga tingkat daerah.

"Angka sementara KPU rata-rata tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur 67,34 persen, Pilkada Bupati dan Wakil Bupati 70,36 persen dan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota adalah 65,07 persen. Itu belum 100 persen," ungkap Hadar.

Untuk tingkat partisipasi di bawah rata-rata 60 persen masih ada 34 daerah. Sementara partisipasi 60-70 persen ada 84 daerah. Partisipasi 70-80 persen ada 88 daerah. Dan partisipasi diatas 80 persen ada 23 daerah.

Berikut adalah data 10 daerah yang tingkat partisipasinya paling rendah dan tinggi:

10 Daerah Partisipasi Paling Rendah :

1. Kota Medan, 27 persen.

2. Kota Batam, 50 persen.

3. Kabupaten Serang, 51 persen

4. Kabupaten Kota Waringin Timur, 52 persen

5. Kabupaten Jember, 52 persen.

6. Kabupaten Tuban, 52 persen.

7. Kabupaten Karimun, 54 persen.

8. Kabupaten Padang Pariaman, 55 persen.

9. Kabupaten Agam, 55 persen.

10. Kabupaten Asahan, 55 persen.


10 Daerah Partisipasi Paling Tinggi :

1. Kabupaten Mamuju Tengah, 92 persen.

2. Kabupaten Nabire, 92 persen.

3. Kabupaten Sorong Selatan, 91 persen.

4. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 89 persen.

5. Kabupaten Bone Bolango, 88 persen.

6. Kota Tomohon, 88 persen.

7. Kabupaten Konawe Utara, 88 persen.

8. Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, 85 persen.

9. Kabupaten Melawi, 85 persen

10. Kabupaten Pakpak Bharat, 83 persen.

Politik Uang Tak Selalu Berhasil Belokkan Pemilih. Ini Tiga Alasannya

Related image
SEMARANG - Politisi yang menganggap uang adalah segalanya tampaknya harus mencari cara baru untuk memenangkan pengaruh pada Pilkada Serentak 2017 mendatang.

Politik uang, baik dalam pemilihan kepala daerah, pemilu anggota legislatif, maupun Pemilu Presiden RI, tidak selalu memengaruhi pilihan pemilih, kata dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono, Kamis (16/6/2016) pagi.

Menurut Teguh, ada tiga hal yang membuat praktik politik uang (money politics) tidak efektif, yakni pertama kandidatnya hebat, baik, dan rakyat mencintainya. Misalnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Kedua, pemilih loyal pada partai politik (parpol). Dikasih uang berapa pun tidak akan memengaruhinya karena dia (pemilih) loyal pada parpolnya," katanya.

Teguh menegaskan, "Siapa pun yang diusung parpol, akan tetap dipilih. Contoh Ganjar Pranowo pada Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2013. Ganjar menang karena faktor parpol pengusung."

Faktor ketiga, lanjut alumnus Flinders University Australia itu, sistem hukum dan moral hukum tegas dan kuat, seperti di negara-negara maju yang sudah lama berdemokrasi. Misalnya, negara-negara di Eropa Barat, Amerika, dan Australia.

"Semua itu adalah tantangan berat dan substantif dalam pemilihan kepala daerah serentak pada bulan Februari 2017," kata pakar politik dari Undip Semarang itu ketika merespons Undang-Undang tentang Perubahan Kedua atas UU No. 1/ 2015 tentang Perpu No. 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota (UU Pilkada).

Menyinggung soal pemberian biaya makan minum, transpor, dan hadiah lainnya kepada peserta kampanye tidak masuk kategori politik uang, asalkan berdasarkan nilai kewajaran dan kemahalan suatu daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) RI, Teguh mengatakan bahwa hal itu merupakan eksperimen regulasi baru.

Menurut dia, batasan money politics adalah menggunakan uang untuk menarik dukungan atau suara. Hal ini bisa dilakukan sebelum, saat pelaksanaan, atau setelah pemilihan kepala daerah.

"Jadi, serupiah pun dengan maksud memperoleh dukungan dan suara dalam pemilihan kepala daerah, ya, itu pasti money politics," ujarnya.

Ia menekankan bahwa money politics itu tergantung pada niat politinya (political intention) meskipun sebetulnya politik uang tidak akan efektif jika kandidatnya hebat, baik, dan rakyat mencintainya serta calon pemilih loyal pada parpol dan sistem hukumnya tegas dan kuat.


sumber

Inilah Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2017



Tahapan Pilkada Serentak tahap ke dua pada bulan Februari 2017 telah dimulai yang di ikuti oleh 7 Provinsi, 18 Kota dan 76 Kabupaten di seluruh Indonesia, per tanggal 30 April 2016 yang lalu telah dimulai tahapan sosialisasi Pilkada Serentak Kepada masyarakat, rangkaian tahapan Pilkada Serentak yang di rencanakan akan dilaksanakan selama 10 Bulan hingga pemilihan pada bulan Februari 2017 mendatang.

Ketua KPU Provinsi Riau Dr. H. Nurhamin, S.Pt, MH saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan kepada Wartawan Lancangkuning.com bahwa tahapan awal yakni Sosialisasi sudah dimulai per tanggal 30 april 2016 yang lalu.

“Menurut PKPU Nomor 3 Tahun 2016 memang tahapan sosialisasi sudah kita mulai pada 30 April 2016 yang lalu, kita akan maksimalkan sosialisasi dan saya sudah meminta kepada KPU di kabupaten/kota untuk segera memulai mempublikasi dan mensosialisasikan tahapan Pilkada serentak 2017” ungkap Nurhamin.

Nurhamin juga menabahkan bahwa mereka juga berupaya untuk meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingknya Pilkada Serentak ini, dalam rangka melaksanakn proses peralihan Pimpinan Kepala Daerah yang berkualitas.

“Saat pilkada Serentak yang terakhir cenderung partisipasi masyarakat cenderung menurun, dan kita bersama berupaya untuk dapat meningkatkan kesadaran kolektif dimasyarakat akan pentingnya Proses Peralihan Kepala daerah ini” tambahnya.

Berikut kutipan Tahapan Pilkada Serentak tahun 2017 menurut PKPU Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tahapan,Program, dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota tahun 2017:
30 April 2016, Sosialisasi
21 Juni-20 Juli 2016, Pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).
Penyerahan dukungan calon perseorangan. Tingkat Provinsi pada 3-7 Agustus 2016, dan untuk tingkat Kabupaten/Kota pada 6-10 Juli 2016.
19-21 September 2016, Pendaftaran pasangan calon dari partai politik atau gabungan partai politik.
22 Oktober 2016 Penetapan pasangan calon perseorangan dan parpol.
22 Oktober 2016 dan 19 Januari 2017, adalah waktu yang disediakan KPU untuk Sengketa Pemilihan.
26 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017, adalah waktu Kampanye.
12 Februari-14 Februari 2017, adalah Masa Tenang
15 Februari 2017, adalah Pemungutan Suara.
sumber

Lima Kabupaten Bersiap Pemilukada Serentak 2017


Khomsahrial Romli (Lampost.co)

SEBANYAK 111 daerah di Indonesia akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak pada 2017. Dari jumlah tersebut, hanya ada lima kabupaten di Propinsi Lampung yang ikut serta, yakni Pringsewu, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Mesuji, dan Lampung Barat. 

Era demokrasi Indonesia kini diwarnai dengan diselenggarakannya pemilukada serentak yang akan dilaksanakan pada Februari 2017. Penyelenggaraan seperti ini diharapkan memberikan dampak positif dalam sistem penyelenggaraan pemilukada serentak. 

Momen ini akan menjadi saat yang tepat bagi masyarakat untuk memilih kepala daerah yang berintegritas dan berkualitas untuk memajukan daerah masing-masing. Meskipun secara teknis pemilukada serentak ini menjadi penanda majunya demokrasi elektoral di Indonesia, dari segi substansi kualitas demokrasi masih perlu dibenahi, apalagi di kabupaten-kabupaten di Provinsi Lampung masyarakatnya sangat heterogen.

Pelaksanaan pemilukada serentak sejatinya membuka untuk meningkatkan kualitas demokrasi di tingkat lokal, yang akhirnya menyumbang kualitas demokrasi Indonesia secara keseluruhan. Sebaliknya, pemilukada yang berlangsung tidak demokratis, tidak jujur, tidak adil, dan tidak independen, akan menjadi konflik sosial, maka kualitas demokrasinya pun akan dipertanyakan.

Pelaksanaan pemilukada serentak harus diapresiasi semua kalangan, baik dari kelompok penyelenggaraan, peserta pemilukada, maupun masyarakat. Pihak penyelenggara mengapresiasi pelaksanaan pemilukada dengan bentuk netralitas, akuntabel, dan transparansi pada penyelanggaraan pemilukada serentak.

Hal ini diperlukan agar tidak ada kecurigaan dan kecemburuan antarpemilukada serentak yang dapat menimbulkan kericuhan. Sementara dipihak pemilukada serentak harus menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan sportivitas yang tinggi, tidak melakukan kampanye gelap atau politik uang. Para peserta juga harus bertindak bijaksana jika kalah dalam pelaksanaan pemilukada tersebut, tanpa memprovokasi pendukungnya untuk melakukan tindakan anarkis.

Sebagi masyarakat yang memiliki hak pilih, sebaiknya menggunakan hak pilihnya sebagai pemilih pada Februari 2017, tetapi juga cerdas dalam memilih calon-calon yang memiliki kapabilitas dalam memimpin daerah serta menolak keras adanya politik kotor yang dilakukan oleh peserta. Sinergi elemen yang menjadi komponen dalam pemilukada serentak ini akan menciptakan penyelenggara pemilukada yang baik secara administratif maupun teknis. Pada akhirnya pemilukada akan terwujud secara damai, berkualitas, dan demokratis, sehingga menjadi wajah baru demokrasi Indonesia yang lebih baik.

* Gelopmbang Ketiga

Selanjutnya, pemilukada serentak gelombang ketiga akan dilaksanakan pada 2018, keempat akan dilaksankan pada 2020, untuk memilih kembali kepala daerah hasil pemilihan di 2015. Gelombang kelima pemilukada adalah 2022 untuk kepala daerah hasil pemilihan di 2017. Gelombang keenam akan dilaksanakan pada 2023 untuk kepala daerah hasil pemilihan 2018.

Berdasarkan tahapan ini, skenarionya, pemilukada serentak secara nasional diharapkan dapat dilaksankan pada 2027. Ini merupakan terobosan penting yang dilakukan pemerintah dalam mengupayakan pemilukada sebagai momentum untuk memilih kepala daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, secara masif, terorganisi, dan terstruktur.

Pemilukada serentak memiliki sejumlah keuntungan dan kelemahan. Menurut, saya, dengan adanya pemilukada serentak, perencanaan pembangunan lebih sinergi antara pusat dan daerah, rakyat tidak perlu berulang-ulang ke bilik suara. Keuntungan lainnya, bila ada sengketa, untuk dibatasi waktu jika sengketa melalui pengadilan, sehingga tahapan tidak terganggu. 

Jika penyelenggara hanya sekali atau dua kali melaksanakan pilpres dan pemilukada. Pelantikan dapat dilakukan serentak oleh presiden dan atau Menteri Dalam Negeri, atau oleh Gubernur. Sehingga pemilukada serentak ini memiliki efisiensi biaya dan waktu serta tidak banyak tim sukses. 

Namun, pasti ada juga kelemahannya, seperti kepemimpinan pemerintahan daerah banyak yang dipimpin penjabat (pj) yang lamanya sampai 1—2 tahun, sehingga kurang efektif. Pemilukada serentak memenuhi kriteria efektif dan efisien apabila pemilihan gubernur dilakukan secara langsung oleh rakyat (1 pemilihan 2 kertas suara). 

Jika terjadi akses pemilukada (kerusuhan) yang bersamaan mengancam stabilitas nasional, penanganannya membutuhkan sumber daya yang besar, termasuk dana dan gelar pasukan yang belum merata di seluruh daerah. Selain itu, pengawasan pemilukada relatif sulit, tidak ada referensi penyelanggaraan pemilukada serentak di negara lain. 

* Pintu Masuk Demokrasi

Kelemahan lainnya adanya pemilukada serentak membuat kepemimpinan pejabat sementara tidak dapat mengambil kebijakan yang strategis, sehingga kurang efektif. Konflik penyelesaian sengketa pemilukada, waktunya terbatas sementara jumlah sengketa banyak. Pemilukada serentak ini pun memiliki kelemahan di pengawasan yang relatif sulit.

Ada beberapa hal menarik yang menjadi perhatian publik terkait norma baru menyangkut pelaksanaan pemilukada serentak di Indonesia. Pertama, dalam hal menjaga supaya tidak menciptakan dinasti dalam pemerintahan daerah, kepala daerah yang sudah dua periode menjabat akan sulit mempromosikan, yaitu istri, anak, keponakan, dan hubungan darah/garis keturunan lainnya, dalam mencalonkan menjadi kepala daerah dikarenakan masyarakat ingin memiliki atmosfir yang baru dalam dipimpin daerahnya, walaupun ada tetapi tidak begitu signifikan dalam pemilihan pemilukada. 

Kedua, dalam menentukan pemenang dihapusnya ketentuan putaran kedua. Ketiga, adanya syarat persentase selisih hasil penghitungan suara dalam pengajuan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU). Keempat, pengusungan pasangan calon harus disertai surat persetujuan dari pimpinan parpol tingkat pusat.

Sekali lagi, pemilukada hanyalah sekadar pintu masuk membangun demokrasi. Jika pemilukada berjalan sukses, problem demokrasi prosedural terjawab sudah. Tinggal menunggu realisasi figur-figur kepala daerah yang terpilih yang mampu bekerja mewujudkan kesejahteraan dan keadilan masyarakat sebagai mimpi demokrasi yang substansial.

Pemilukada Aceh Tengah 2017; Saatnya Rakyat Memilih Bukan Karena Uang

Related image


Jelang pemilukada serentak tahap II, februari 2017. Aceh secara umum dan khususnya di kabupaten Aceh Tengah terasa semakin “hangat”.

Dinamika yang terus bergulir, memunculkan kandidat-kandidat Pasangan Calon Bupati dan wakil bupati Aceh Tengah semakin mengkerucut pada beberapa nama. Antara lain; Sabela AB, Khairul Asmara dan M. Taufik. Nama – nama lainnya yang sayup – sayup juga terdengar,walau belum melakukan “pergerakan” yang massive antara lain; Samsul Bahri (saba), Usman Nuzuly juga Mursyid.
Dalam perbincangan di publik untuk Calon tertentu bahkan sudah berani “mengklaim” berupa pasangan Calon; yaitu; Khairul Asmara berpasangan dengan Zulfikar,AB yang notabene adalah kader Partai Gerindra. Dilain sisi, Sabela,AB juga terdengar selentingan akan mengadang-gadang menggandeng beberapa nama sebagai calon wakilnya,antara lain;Harun Manzola, Nurdin Ali dan beberapa hari yang lalu muncul juga nama baru, Firdaus.
Dinamika ini menjadi lumrah adanya, sebagai sebuah konsekwensi demokrasi. Semua warga negara berhak mencalonkan dan dicalonkan. Berhak memilih juga dipilih.
Kiranya, semakin cepat “bola panas” pemilukada bergulir, diharapkan secara linear rakyat pemilih juga dapat lebih cerdas dalam memilah dan memilih pasangan calon yang hendak dipilih di bilik suara kelak.
Sungguh kiranya,layak kita berharap kedepan bahwa; dari sekian nama yang muncul adalah pendobrak perubahan dan penerus hal baik yang telah ada. Sungguh kiranya juga layak kita berharap bahwa, mereka semua yang satu pasangan diantara akan memegang amanah, dapat lahir dari proses politik yang sehat dan jauh dari hingar bingar kotornya politik uang.
Menjadi sulit rasanya kita berharap lahir pemimpin yang ideal, bila dalam berkompetisi “dipaksa” harus “membayar” dengan mahal proses partisipasi politik untuk memilih.
Perubahan paradigma berpolitik yang sehat, harus mulai dibangun. Partai politik,dan rakyat pemilih harus mulai bangkit dari tradisi politik uang yang seakan-akan menjadi hal wajar. Padahal kita semua menyadari, sulit rasanya apabila Calon yang telah “membayar” mahal kelak akan tulus berbakti untuk rakyat.
Kita berharap, baik Sabela,AB dan pasangannya, juga Khairul Asmara dan zulfikar,AB serta M.Taufik, Usman Nuzuli, Samsul saba dan Mursyid; berani berkata tidak untuk politik uang. Rakyat pemilih juga harus mulai “dididik” untuk bersama – sama berkorban dalam memastikan transisi kepemimpinan yang bermartabat.
Popularitas dan elektabilitas adalah dua mata koin logam yang saling berkaitan. Akan tetapi kualitas para calon juga tentu harus mendapat perhatian yang serius. Bila rakyat Aceh Tengah kedepan menginginkan perubahan, maka selain harus mengikis praktek-praktek politik uang, juga harus mulai berani mengedepankan kualitas calon sebagai salah satu pijakan. Integritas, dan kejujuran; konsep yang realistis dan gambaran kemampuan kepemimpinan adalah salah satu faktor penggrerak perubahan.
Kontestasi pemilukada 2017, bukan semata-mata menang dan kalah. Jauh lebih penting dari itu adalah tugas kita bersama menentukan pilihan untuk pemimpin yang amanah.
Wakil Ketua DPD II KNPI Aceh Tengah.

Kamis, 14 Juli 2016

101 Daerah yang Gelar Pilkada Serentak 2017


Ketua KPU Husnin Kamil Manik (kedua kiri) memberikan keterangan Pilkada Serentak 2017 di Jakarta, Senin (15/2/2016). Pilkada akan dilaksanakan Rabu 15 Februari 2017 di 101 daerah, 7 provinsi, 18 kota dan 76 kabupaten. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)



Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak gelombang kedua pada 15 Februari 2017. Pilkada diikuti 101 daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

"Kami telah membahas dengan seluruh anggota KPU di provinsi, kabupaten, kota dan akhirnya memutuskan bahwa yang menjadi patokan KPU dalam merancang program, tahapan dan jadwal Pilkada 2017 adalah pada 15 Februari," ujar Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam peresmian peluncuran Pilkada Serentak 2017 di Jakarta, Senin (15/2/2016).


Husni mengatakan, daerah yang akan menyelenggarakan pilkada tersebut terdiri atas 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Ketujuh provinsi tersebut yaitu Aceh, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.

Provinsi Aceh merupakan daerah yang akan paling banyak menggelar pilkada pada 2017, yakni satu pemilihan gubernur dan 20 pemilihan bupati dan wali kota.

Berikut daerah yang akan melaksanakan Pilkada 2017 seperti dikutip dari Antara:

Provinsi (7):
1. Aceh
2. Bangka Belitung
3. DKI Jakarta
4. Banten
5. Gorontalo
6. Sulawesi Barat
7. Papua Bara
t


Ini 101 Daerah Yang Gelar Pilkada Serentak 2017

sumber

Ahok: Jangan-jangan Djarot Sama Buwas Lagi, sama PDI-P


 Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat seusai halalbihalal, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/7/2016).

  - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menilai tak menutup kemungkinan nanti, wakilnya, Djarot Saiful Hidayat, maju ke pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI 2017 berpasangan dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso alias Buwas.

Pernyataan itu dilontarkannya menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan dimajukannyua Buwas oleh PDI Perjuangan.

"Kan saya sama Pak Heru (Heru Budi Hartono) sementara sekarang. Jangan-jangan, Djarot sama Buwas lagi, (diusung) samaPDI-P," kata Ahok di Balai Kota, Jumat (15/7/2016).

Saat ini, PDI-P memang belum menentukan siapa calon gubernur yang akan mereka usung. Sementara, Ahok juga cukup sering dihubung-hubungkan dengan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu.

Meski demikian, Ahok mengaku sampai saat ini masih fokus maju melalui jalur independen bersama Heru. Kalaupun nantinya maju melalui jalur partai, Ahok menyatakan tidak ada niat untuk menjadi kader.

"Dari dulu aku juga enggak masuk partai lagi sekarang. Kalau udah keluar dari partai enggak usah masuk lagilah," kata mantan kader Partai Gerindra ini.

sumber

Minggu, 28 Februari 2016

Kehadiran Presiden Jokowi Membawa Angin Segar Bagi Kebangkitan Pariwisata di Sumut

Horas ma dihita saluhutna. Horas juga untuk Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo beserta rombongan, telah menyempatkan diri untuk datang atau blusukan ke Danau Toba, Pulau (Pulo) Samosir, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Kedatangan Presiden RI yang ke 7 ini merupakan momentum paling bersejarah di tanah Bangso (orang) Batak.

Kehadiran Jokowi ke Danau Toba Membawa Angin Segar Bagi Kebangkitan Pariwisata di Sumut
Provinsi Sumut memiliki beberapa Wisata Alam yang indah. Salah satunya adalah Pulo Samosir yang dikeliling oleh Danau yang bernama Danau Toba. Danau Toba ini bukan hanya sekedar tempat Wisata Alam yang Indah di tanah air kita ini, tetapi juga melambangkan tentang Budaya Bangso Batak di Sumut. Artinya, ketika orang berbicara tentang Danau Toba, maka itu sama dengan berbicara tentang Kebatakan. Dimana Danau Toba (Tao Toba) merupakan kebanggaan bagi Orang Batak.

Kabar tentang keindahan Danau Toba memang sudah tidak bisa lagi dipungkiri. Sudah banyak cerita mengenai Danau Toba. Dari legenda terjadinya Danau Toba, sampai dengan wisatanya. Tapi sayang... perkembangan Wisata Danau Toba hanya begitu-begitu saja alias stagnan. Disamping itu, pemerintah-pemerintah sebelumnya hanya memandang sebelah mata mengenai hal ini. Bahkan, cenderung Danau Toba dijadikan sebagai sapi perah saja, seperti adanya penebangan pohon-pohon di sekitar Danau Toba dengan alasan membuka pabrik kertas, bertebarnya kerambah-kerambah yang menjadikan Danau Toba tercemar dan lain sebagainya. Anehnya, semua itu disetujui oleh pemerintah. Sangat ironis bukan. Kami berani mengakatan hal ini, karena fenomena ini bukan rahasia umum lagi.

Ketika kami mendengar kabar bahwa Danau Toba akan dibangun dan dijadikan sebagai Pusat Wisata Alam di Sumut oleh pemerintah saat ini (kabar yang terdengar akan dijadikan sebagai Monaco Asia). Kabar tsb merupakan kabar baik untuk kami. Tentunya, Danau Toba bukan lagi dipandang sebelah mata, tapi menjadi Tempat Wisata Alam yang banyak dikunjungi oleh wisatawan (baik dalam negeri dan luar negeri).

Dengan Kehadiran Presiden Jokowi, tentunya pemerintah sangat serius untuk membangun Wisata Danau Toba di Sumut. Kami sangat berterimakasih sekali atas kehadiran bapak Presiden RI yang ke-7 ini beserta rombongan. Karena kami yakin bahwa "Kehadiran Jokowi ke Danau Toba Membawa Angin Segar Bagi Kebangkitan Pariwisata di Sumut".

Horas Pak Jokowi beserta rombongan, Selamat Datang di Danau Toba yang indah.

Seperti yang telah kami pesankan sebelumnya, apabila Pak Jokowi sudah sampai di Danau Toba, jangan lupa untuk menikmati wisata kuliner khas Danau Toba yaitu OMBUS-OMBUS. Ombus-ombus ini enak sekali loh Pak Presiden, hehehe.... apalagi Ombus-Ombus ini dinikmati saat masih hangat... ueeee... enak tenan.... hehehe.

Salam hormat dari kami. Horas. Tuhan memberkati

Selasa, 23 Februari 2016

Ahok: Fasilitas untuk Anak Warga Kalijodo Bila Pindah ke Rusun

Jelang pembongkaran kawasan prostitusi Kalijodo, warga mulai mengemasi barang-barangnya dan bersiap pindah ke Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Namun beberapa warga khawatir aktivitas sekolah anak-anaknya terganggu karena jarak yang cukup jauh.

Namun, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan warga Kalijodo tak perlu khawatir soal sekolah anak-anak mereka. Sebab pemprov akan membantu proses pemindahan sekolah para pelajar Kalijodo.

Para siswa nantinya akan belajar di sekolah yang ada di sekitar ‎Rusun Marunda. Bahkan mereka akan mendapatkan sejumlah fasilitas, seperti antar-jemput menggunakan bus sekolah.

"Kita akan pindahkan dia ke sekolah terdekat dan diantar. Sudah seperti anak orang kaya saja, dijemput bus. Dijemput bus loh, enggak ada yang lain yang begitu enak," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/2/2016).

‎Menurut Ahok, penggusuran dilakukan karena selama ini warga tinggal di atas jalur hijau. Padahal zona tersebut sebenarnya tidak diperuntukkan untuk hunian. Selain itu, kawasan tersebut juga dikenal sebagai lokalisasi dan tempat perjudian yang dapat merusak moral generasi muda.

"Kamu pingin anak-anak kamu semua hidup dalam kondisi seperti itu? Coba kamu lihat yang ada di rusun‎, banyak orangtua berterima kasih sekarang, karena anak-anak kita urusi," ucap dia.

‎Pelajar yang tinggal di rusun akan mendapatkan beasiswa dari Pemprov DKI. Selain itu, warga juga akan mendapatkan bantuan modal untuk usaha.

"Kamu begitu pindah ke rumah susun, saya tanggung Anda. Sekolah saya kasih beasiswa, saya kasih bus, saya kasih modal usaha," beber Ahok.

Terkait fasilitas rusun Marunda yang dikabarkan masih buruk, Ahok menampik info tersebut. Menurut dia, kerusakan pada suatu bangunan merupakan suatu yang lumrah.

"Fasilitas bukannya buruk. Namanya juga bangunan. Kita beli rumah baru juga‎ mesti perbaikan. Kamu tinggal di rumah kamu atapnya kadang-kadang enggak bocor? Di rumah kamu engselnya enggak pernah copot? Ya sama," ujar Ahok.[sumber]

5 Aktor Indonesia Yang Memiliki Wajah Tampan, Namun Juga Taat Beribadah

Siapa bilang orang-orang yang bekerja di dunia entertainment itu selalu meninggalkan ibadah wajib kepada Allah? Buktinya aktor-aktor tampan Indonesia ini masih tetap bisa memengang teguh aturan agama. Siapakah saja aktor tampan itu?

1. Dude Harlino

Aktor yang baru-baru ini dikaruniai seorang anak laki-laki dari pernikahannya dengan aktris cantik, Alyssa Soebandono terkenal patuh dan taat menjalankan perintah Allah. Dilansir dari berbagai media, Dude selalu menunaikan ibadah shalat lima waktu meskipun sedang berada di situasi syuting yang padat. Kesholehannya menular pada istri cantiknya, Alyssa yang kian mantap berhijab dan menutup semua auratnya. Mereka juga didaulat menjadi brand Ambasador dari produk busana muslim paling terkenal Shafira.

2. Andi Arsyil

Pemeran Robi dalam sinetron Tukang Bubur naik haji juga termasuk pada jajaran aktor Indonesia yang taat beragama. Tak jarang Andi ditemukan tengah membaca Al-Quran ditengah waktu syuting. Selain tampan, aktor ini juga pintar. Ia kuliah di tiga kampus dan jurusan yang berbeda. Subhanallah. Anak ketiga dari lima bersaudara ini memang patut diacungi jempol deh.

3. Irwansyah

Suami dari artis Zaskia Sungkar, Irwansyah adalah sosok pria yang taat beragama. Dalam akun Instagramnya, Zaskia pernah memposting foto Irwansyah yang sedang shalat, dan ia menulis caption “pemandangan setiap pagi”. Sholeh sekali ternyata yah.
Baca Juga : MasyaAllah, Membaca Surat Al-Ikhlas Di 9 Waktu Ini Manfaatnya Sungguh Luar Biasa, Cobalah !
4. Amar Zoni

Amar adalah aktor yang sedang digandrungi penikmat sinetron di Indonesia. Pasalanya, perna Amar sebagai rajo langit di sinetron 7 Manusia Harimau sangatlah memukau. Ditambah dengan paras tampan dan badan yang kekar. Dibalik penampilannya yang agak cuek itu, ternyata Amar adalah seorang muslim yang taat. Dilansir dari beberapa media, Amar diberitakan tidak pernah meninggalkan shalat wajib meskipun tengah sibuk syuting stripping.

5. Teuku Wisnu

Pria tampan yang baru saja dikaruniai bayi laki-laki ini sepertinya semakin mempelajari Islam semakin dalam. Dilihat dali penampilannya sekarang yang mulai memanjangkan jenggot dan memakai celana diatas mata kaki ia sepertinya memang ingin menjalankan Islam secara kaffah. Suami dai Shireen Sukar ini juga sering menghadiri majelis-masjelis yang mengulas tentang Islam. Wah salut deh.

Wew!!!!!!!!!!!!!Sejarah! Rio Jadi Pebalap Pertama Indonesia yang Tampil di F1

Rio Haryanto menorehkan sejarah sebagai pebalap pertama dari Indonesia yang tampil pada balapan mobil paling bergengsi di dunia, Formula 1. Kepastian itu didapat setelah jagoan dari Tanah Air ini resmi menjadi satu dari dua pebalap tim Manor Racing untuk F1 musim 2016.

Kehadiran Rio, yang pada musim lalu tampil mengesankan pada ajang GP2, disambut dengan antusias oleh tim asal Inggris tersebut. Ini terlihat dari reaksi pada akun Twitter resmi Manor, @ManorRacing, saat merilis kepastian Rio sebagai pebalap kedua mereka musim ini. Melalui kicauannya, tim balap yang didirikan John Booth tampak bergairah dengan terpenuhinya kuota pebalap mereka.

GP2/PAOLO PELLEGRINI
Pebalap Campos Racing asal Indonesia, Rio Haryanto, memacu mobilnya pada hari pertama GP2 Italia di Sirkuit Monza, Jumat (4/9/2015).

"Kabar baik! Kami telah menandatangani kontrak dengan Rio Haryanto sebagai pebalap kedua. Kami tahu, dia pebalap yang muda dan 'lapar'. Line-up kami untuk 2016 sudah komplet," demikian bunyi tweet dari Manor.

Rio akan bermitra dengan juara DTM asal Jerman, Pascal Wehrlein, pada musim balapan 2016. Duet ini akan menggantikan Will Stevens dan Alexander Rossi, pebalap Manor musim lalu, kala mereka memakai nama tim Manor Marussia F1 Team. (Estu Santoso)

ANDREAS JOEVI/JUARA.NET
Grafis daftar line up lengkap pebalap Formula 1 2016.


Daftar line-up pebalap Formula 1 2016

Mercedes: Lewis Hamilton, Nico Rosberg
Ferrari: Sebastian Vettel, Kimi Raikkonen
Williams-Mercedes: Valtteri Bottas, Felipe Massa
Red Bull-TAG (Renault): Daniil Kvyat, Daniel Ricciardo
Force India-Mercedes: Sergio Perez, Nico Hulkenberg
Renault: Kevin Magnussen, Jolyon Palmer
Toro Rosso-Ferrari: Max Verstappen, Carlos Sainz Jr
Sauber-Ferrari: Felipe Nasr, Marcus Ericsson
McLaren-Honda: Fernando Alonso, Jenson Button
Manor-Mercedes: Pascal Wehrlein, Rio Haryanto
Haas-Ferrari: Romain Grosjean, Esteban Gutierrez

Resmi, Rio Haryanto Pembalap F1 Indonesia Pertama

Rio Haryanto akhirnya bisa mewujudkan impiannya untuk menjadi pembalap Formula 1, sekaligus mengukir sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang berlaga di balapan mobil paling prestisius tersebut.

Kepastian ini didapat setelah tim Manor Racing mengumumkan telah menandatangani kontrak Rio, Kamis (18/2).

"Berita hebat! Kami telah mengontrak Rio Haryanto untuk kursi kedua. Tim 2016 kami yang berisi (pembalap) muda dan lapar gelar telah lengkap," bunyi pernyataan tim tersebut di akun Twitter resminya.

"Welcome to the team, Rio! Tak sabar melihat Anda mengendarai MRT05 pekan depan."

Sementara itu Rio dikutip mengatakan dia sangat antusias untuk segera membela Manor.

"Manor Racing adalah tim dengan visi menarik dan rencana ambisius. Mereka telah menghasilkan paket yang hebat dan saya tak sabar segera naik mobil," kata Rio.

Dengan demikian, daftar para pembalap Formula 1 musim 2016 juga telah lengkap, yaitu:

Mercedes: Lewis Hamilton, Nico Rosberg
Ferrari: Sebastian Vettel, Kimi Raikkonen
Williams: Valtteri Bottas, Felipe Massa
Red Bull: Daniil Kvyat, Daniel Ricciardo
Force India: Sergio Perez, Nico Hulkenberg
Renault: Kevin Magnussen, Jolyon Palmer
Toro Rosso: Max Verstappen, Carlos Sainz
Sauber: Felipe Nasr, Marcus Ericsson
McLaren: Fernando Alonso, Jenson Button
Manor: Pascal Wehrlein, Rio Haryanto
Haas: Romain Grosjean, Esteban Gutierrez

Hafidz Cilik Asal Indonesia ini Ingin Jadi Imam Besar Mekkah

Hafiz cilik Indonesia, Bernama Muhammad Abdul Rasyid, memiliki bakat yang luar biasa. Bisa menghafal Alquran secara otodidak. Dia juga bisa menirukan irama dari 15 imam dunia. “Saya ingin jadi imam Mekah,” kata Rasyid.

Dan dia juga mempunya mimpi besar. Bocah asal Pekanbaru, Riau, itu bercita-cita ingin menjadi imam besar dunia sehingga bisa memimpin umat Muslim berdoa kepada Allah.

“Saya ingin jadi imam Mekah,” kata Rasyid saat berbincang dengan Dream melalui saluran telepon beberapa waktu yang lalu.

Bocah yang masuk enam besar kontes hafiz cilik yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta itu memang punya bakat luar biasa. Usianya boleh saja masih tujuh tahun, namun dia sudah hafal tujuh juz Alquran. Tahun ini dia targetkan untuk menghafal 30 juz.

Belum lagi, dia mampu menirukan irama bacaan Alquran dari 15 imam besar dunia. Selain itu, dia juga menghafal hadis-hadis dan pengetahuan agama lainnya. Tentu itu menjadi modal besar untuk menggapai mimpi.

Rasyid, yang diberi gelar Syekh oleh Syekh Ali Jaber karena keahliannya melantunkan ayat suci Alquran itu, memang luar biasa. Dia mampu menghafal Alquran secara otodidak, tanpa bimbingan siapa pun.

Sementara, kemampuannya menirukan irama 15 imam dunia juga dia pelajari sendiri dari internet, tanpa bimbingan guru. “Belajar dari Youtube. Dicari, dengarkan, terus ditangkap,” ujar Rasyid.(sumber)

Kamis, 21 Januari 2016

HEBOH!! Tulisan di Prasasti Peresmian Kareta Cepat Jakarta-Bandung yang Ditandatangani Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan proyek pembangunan kereta cepat koridor Jakarta-Bandung, Kamis, 21 Januari 2016. Hal itu ditandai dengan ditekannya tombol peresmian oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kawasan kebun teh Madalawangi Maswati, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.


Dilaporkan oleh merdeka.com, usai peresmian, Jokowi yang didampingi sejumlah menteri kabinet kerja dan sejumlah kepala daerah tingkat I dan II dari DKI Jakarta dan Jawa Barat, terjun langsung ke lokasi pengerjaan yang akan diproyeksikan sebagai salah satu stasiun kereta cepat. Di sana, Jokowi menandatangani prasasti. Jarak tempat peresmian dengan lokasi pengerjaan proyek hanya sekitar 50 meter.

Namun ada yang janggal dengan tulisan di atas prasasti tersebut. Tertera tulisan lokasi dan tanggal peresmian. Lalu di bagian bawahnya tercantum,"Peletakan batu pertama pembagunan kereta cepat Jakarta-Bandung" dan ditutup dengan tandatangan Presiden Jokowi. Terlihat ada salah tulis di kata "pembagunan" yang harusnya "pembangunan".

Foto prasasti ini kemudian menyebar di media sosial. Namun, nyaris semua reaksinya adalah rasa maklum bahwa itu adalah pekerjaan manusia yang khilaf. "Manusia itu tempatnya salah dan lupa," demikian ujar akun bernama Zen Zulkarnaen.(sumber)

Minggu, 10 Januari 2016

Ucap Salam Penutup, Megawati Keseleo Lidah

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mendadak terbata-bata pada saat menyampaikan kalimat penutup dalam pidatonya di Rakernas PDIP.

Putri dari Presiden pertama Soekarno tersebut keseleo lidah saat mengucapkan Allah subhanahu wa wa'ala.

"Subuhan wa ta'ala," katanya di JI EXPO, Kemayoran, Jakarta, Minggu (10/1/2015).

Saat akan mengucap salam di penutup, Megawati kembali keseleo lidah pada saat mengatakan wasalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dia sempat mengulang kata-kata itu sebanyak dua kali, namun tetap saja salah. Mega bukan mengucapkan 'wabarakatuh' tetapi 'wabarakatih'.

"Wasalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatih," katanya yang setelah itu mememikkan kata merdeka kepada ribuan kader PDIP.(Sumber)

Umat Yahudi Prancis Ramai-Ramai Hijrah ke Israel

Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls menyesalkan meningkatnya jumlah kepergian Yahudi Prancis ke Israel. Pernyataan Valls itu diungkapkan ketika bertemu pemimpin Yahudi di peringatan serangan satu tahun ke kantor Charlie Hebdo, Sabtu (9/1) malam.

Peringatan itu merupakan bagian dari upaya untuk meredakan ketegangan agama di Prancis, sekalius memperingati serangan ke kantor majalah satir Charlie Hebdo. Tetapi, ketegangan antara umat Yahudi dan Muslim Prancis tetap tinggi lantaran dalam satu tahun terakhir ekstrimis menewaskan lebih dari 150 orang dalam berbagai serangan.

Valls bergabung dengan keluarga korban guna menandai peringatan penembakan 9 Januari di pasar Hypercacher. "Prancis tidak akan menjadi Prancis tanpa umat Yahudi," katanya.

Menurut angka dari Badan Yahudi, umat Yahudi dalam jumlah besar dan lebih besar meninggalkan Prancis karena tidak lagi merasa aman di rumahnya. Beberapa karena kekhawatiran keamanan setelah pengepungan pasar tahun lalu.

Mereka mengklaim antisemit di Prancis sangat tinggi saat ini. Karenanya, mereka mendesak pemerintah Prancis menekan jumlah ekstrimis. "Ini jenis peristiwa yang terjadi lagi dan lagi," kata seorang warga Paris, Rachel Benecmous.(sumber)

Inilah Motif Kritik Megawati ke Presiden Jokowi

Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri soal pengembalian fungsi dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk mengatur Garis Besar Haluan Negara (GBHN) mendapat respons publik. Menurut pengamat politik dari Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, pernyataan itu ada motifnya.

Salah satunya, partai tersebut ingin berperan lebih banyak dalam pemerintahan. Namun, uapaya itu belum terwujud. "PDIP sulit mengontrol Presiden Joko Widodo," kata Hanta ketika dihubungi, Minggu, 10 Januari 2015.

Kesulitan PDI Perjuangan mengontrol pemerintah, kata Hanta, terlihat dari sikap partai dalam satu tahun terakhir, yang cenderung lebih tajam dibandingkan dengan partai yang mengambil peran oposisi.

Masih menurut Hanta, PDI Perjuangan terkesan belum sepenuhnya mendukung presiden karena permintaannya belum dipenuhi oleh pemerintah. Hanta tidak menjelaskan apa permintaan itu. Namun, kata Hanta, sebagai partai pemenang pemilu, mestinya bisa memperbaiki komunikasi dan negosiasi dengan pemerintah. "Rakernas menjadi momentum PDIP memperbaiki hubungan dengan presiden," katanya.

Pernyataan Megawati itu disampaikan dalam acara pembukaan Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan di Jakarta Kemayoran Expo, Minggu, 10 Januari 2015. Dalam acara tersebut, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir.

Hanta menambahkan, jika PDI Perjuangan ingin gagasannya diakomodasi, maka pola pembangunan jangka panjang atau Garis Besar Haluan Negara, pemerintah harus duduk bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. "Karena perlu penataan ke daerah," katanya.

Sebenarnya, kata Hanta, pemerintah sudah punya program serupa dengan nama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Namun, program itu kurang berhasil karena ada perbedaan di tingkat pusat dan di daerah. "Harus hati-hati dan punya grand design yang jelas," ujarnya. (sumber)

Rabu, 06 Januari 2016

Saksi Hidup Kerusuhan Mei 1998 Dosen TRISAKTI

Saya sudah berjanji untuk mengangkat terus kasus kerusuhan mei 1998, sampai tragedi ini kembali di usut sampai tuntas, hari ini saya ingin menulis artikel dari seseorang saksi sejarah di kerusuhan mei 1998 langsung saja, berikut isi artikel nya.

Saksi Hidup Kerusuhan Mei 1998 ( Pemerkosaan Gadis Tionghoa besar-besaran)

Kebetulan yang menjadi saksi sejarah ini adalah ayah saya sendiri karna beliau merupakan dosen penguji di fakultas kedokteran trisakti. Sekaligus dokter yang berpraktik di rumah sakit cipto mangunkusumo. jadi menurut saya, ayah saya ini merupakan saksi sejarah dari peristiwa kerusuhan mei 1998. inilah beberapa kesaksian dan hipotesis ayah saya.

Tidak ada yang dapat membantah bahwa peristiwa kerusuhan mei 1998 berkait dengan kasus Trisakti 1998 yang terjadi sehari sebelumnya. Banyak ahli atau orang awam yang berpendapat bahwa peristiwa Trisakti yang menyebabkan terjadinya peristiwa ini tetapi ada pula yang berpikir lain, peristiwa ini merupakan design besar dan Trisaksi menjadi salah satu bagian darinya. Apapun itu, yang jelas peristiwa ini tidak terjadi dengan begitu saja, pasti ada penyebabnya.

Sebenarnya, jika kita cermati, Kerusuhan Mei' 98 telah dimulai sejak 2 Mei 1998 di Medan,Sumatera utara. Saat itu, terjadi demontrasi mahasiswa yang berakhir bentrokan. Peristiwa ini kemudian berlanjut hingga tanggal 4, Sekelompok pemuda melakukan dan pembakaran di beberapa titik/daerah di Medan. Massa yang berada disekitarnya terpancing untuk melakukan perusakan beberapa bangunan dan menyerang apart keamanan. Saat itu, sentimen anti polisi berkembang sehingga beberapa kantor dan pos polisi menjadi sasaran amuk massa. Mahasiswa berusaha mengendalikan situasi tetapi gagal karena telah meluas.

Setelah peristiwa Trisaksi terjadi, Jakara menjadi kota yang mencekam. Jauh hari sebelumnya, isu bahwa akan terjadi kerusuhan besar sudah santer di kampung-kampung. " Saya sudah dengar sih beberapa hari sebelumnya kalau mo ada kerusuhan, tapi nggak kebayang anak saya jadi korban" ungkap salah satu ibu korban di bilangin Klender. Demikian halnya dengan isu yang berbau anti cina mulai terdengar beberapa minggu sebelumnya, Walaupun hanya dari mulut ke mulut. Isu-isu tersebut disebarkan oleh orang yang tidak dikenal dan bukan berasal dari kampung tersebut.

Keesokan hari setelah terjadinya penembakan terhadap mahasiswa di Trisaksti, bilangan Splipu mulai "panas" dengan aksi yang dilakuka oleh massa yang tidak dikenal. Mereka mulai melakukan pelemparan dan pembakaran ban di jalan. Aksi yang serupa terjadi di beberapa daerah dalam waktu yang serempak. Sekitar pukul 10.00 - 13.00 Cipulir, Salemba, Jatiegara, Klender, Tangerang, Cikini, Slipi, Pasar Minggu dan Tanah Abang mulai terjadi pelemparan yang dilakukan oleh sekelompok remaja berpakaian sekolah.

Menurut data dari Tim Relawan untuk kemanusiaan (TRK) dan diperkuat hasil penyelidikan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), kelompok tersebut sangat sulit di identifikasi namun mempunyai banyak kesamaan, yaitu:
Berpakaian seragam sekolah
Berbadan Tegap
Rambut Cepak
Memakai sepatu boot (Militer) dengan wajah sangar
mempersiapkan berbagai perlengkapan kerusuhan seperti batu, cairan pembakar dan alat pembakar
Mereka ditempatkan dengan menggunakan alat transportasi seperti truk dan kendaraan bermotor lainnya.


Pola kerusuhan yang terjaid adalah setelah melakukan pelemparan, mereka kemudian melakukan perusakan beberapa toko yang dilanjutkan dengan melakukan penjarahan sambil berteriak mengajak massa lainnya untuk masuk. massa - masyarakat yang menonton kemudian ikut melakukan penjarahan. beberapa barang di keluarkan kemudian dibakar oleh sekelompok orang. Setelah massa tersebut mulai masuk, kelompok yang tadi memulai kemudian mundur dan menghilang. Di beberapa daerah seperti pasar minggu dan Klender, Pembakaran dilakukan oleh kelompok yang tidak dikenal tersebut dengan menyiramkan bensin dan kemudian membakarnya.

Peristiwa ini terus berlangsung hingga tanggal 15, dimana terjadi juga peristiwa perkosaan dan pelecehan seksual terhadap perempuan yang mayoritas berasal dari etnis Tionghoa. Peristiwa ini tidak dapat dipaparkan karena data yang dimiliki saat ini masih sangat minim dan sangat sensitif. Namun, bukan berarti bahwa peristiwa ini tidak terjadi atau tidak dapat dibuktikan.

Aparat keamanan yang sebelumnya begitu "tegas" menindak setiap aksi yang terjadi, seperti menghilang saat terjadinya peristiwa ini. Konsentrasi aparat keamanan terlihat di daerah Menteng. Cilangkap dan beberapa wilayah Sudirman. Terdapat beberapa fakta yang membuktikan bahwa terjadi penarikan pasukan ke Mabes Tni dan pasukan bantuan dari luar Jakarta tidak langsung diturunkan untuk mengamankan kota. Kerusuhan ini tampak seperti dibiarkan terjadi tanpa ada usaha untuk mencegahnya.

Korban

Pada kerusuhan Mei, Tim Relawan untuk kemanusiaan (TRK) mencatat korban yang jatuh berjumlah 1.190 orang akibat terbakar, 27 orang akibat senjata/ dan lainnya, 91 luka-luka. Angka diatas belum termasuk korban kekerasan seksual di beberapa kota.

Inilah hipotesis ayah saya
Sebelum kerusuhan MEI 1998: Soeharto telah memerintahkan menantunya Prabowo untuk membereskan aktivis2 dari mahasiswa, LSM, dll yang telah merongrong wibawanya.
Prabowo melaksanakan dengan melakukan penculikan, intimidasi, dan pembunuhan para aktifis dan mahasiswa " militan " itu, dilaksanakan oleh pendukung setia nya seperti : Kivlan Zein ( dijuluki Mayjen " Kunyuk" oleh Gus Dur), Muchdi, Sjafrie Syamsuddin, Zakky Makarim, dll. Didukung oleh Feisal Tandjung.

Sampai pada puncaknya Demonstasi gabungan oleh mahasiswa Trisaksti yang sangat menghujat Soeharto dengan tulisan2 di tembok2 kampus, jembatan layang Grogol ( "Soeharto anjing", "koruptor bangsa", "Gantung Soeharto", dll).
Soeharto habis kesabarannya sehingga menyuruh Wiranto dan Prabowo "membereskan" mahasiswa Trisakti dan menghentikan demonstari mereka dengan segala cara.

Wiranto dan Prabowo menyusun rencana untuk menghentikan demonstari mahasiswa dengan cara: pertama- tama Soeharto harus ke luar negeri dulu (Mesir) agar dia punya alibi di mata internasional, bahwa bukan dia penggagas-nya, lalu mereka menyiapkan sniper / penembak jitu di jembatan layang Grogol yang menyamar sebagai Brimob dan menembak beberapa mahasiswa Trisaksi yang sedang berdemo di kampus - dilaksanakan tanggal 12 Mei 1998

Besoknya (tgl 13 Mei 1998) dilaksanakan kerusuhan terbatas sekitar Trisaksi / Daan Mogot dan Kyai Tapa dengan memakai preman2, pasukan Tidar (drop put Akabri yang direkrut Prabowo) yang menyamar memakai baju seragam SMA dan jaket almamater Trisakti membakar pom bensin dan toko-toko ( lihat laporan Tim Relawan dan TGPF). Mereka sebelumnya sudah berteriak2 memanggil mahasiswa2 di dalam kampus untuk bergabung ke jalan, namun ditolak oleh mahasiswa ( menurut kesaksian mahasiswa2 ). Berikutnya pos2 polisi dibakar juga beberapa buah, untuk membuktikan bahwa " mahasiswa/rakyat" membalas dendam atas "kebringasan polisi menembak mahasiswa".

Pos - pos polisi juga dibakar ( polisi yang sudah tahu, telah mengungsi dan membiarkan pos nya kosong) untuk menamkan kepercayaan bahwa "mahasiswa dan masyarakat membalas dendam atas tertembaknya mahasiswa Trisakti".

Direncanakan setelah itu kerusuhan dipadamkan dengan korban yang cukup besar (nyawa dan harta benda), sehingga segala demonstrasi mahasiswa akan dilarang secara hukum karena mahasiswa demonstran itu " telah mengakibatkan ekses kerusuhan". dan kehancuran aset dan kehilangan nyawa manusia.

Pada saat itu Prabowo mempunyai rencana / agenda tersendiri untuk mencapai cita2nya untuk menjadi Pangab dan menggeser Wiranto.

Hal ini sudah direncanakan jauh2 hari namun saat itulah yang paling tepat dilakukan, bersama - sama dengan geng - nya seperti yang di sinyalir oleh Gus Dur sebagai " otak kerusuhan" berinisial ES ( Eggy Sudjana), As (Adi Sasono), Fadli Zon, Gogon ( Ahmad Soemargono - KISDI), dll.

Prabowo segera menghimpun anak buahnya pasukan Tidar, pncak silat Kisdi, preman2 Cengkarang, Tanah Abang, Pemuda Pancasila, dll untuk melaksanakan proyeknya berupa pembakaran Glodok building, Harco, Orion Plaza dan sekitarnya juga diperluas sampai ke Mall2 di seluruh Jakarta disertai pembakaran hidup2 lebih dari 1.000 orang untuk mendramatisasi keadaan yang kacau,

Pemerkosaan terhadap perempuan2 etnik Cina dilakukan untuk "Shock Therapy" agar sebagian besar orang Cina kabur ke luar negri atau bersembunyi. Juga agar jika ada saksi mata orang Cina yang masih hidup, dapat diancam (karena sebagian data2 dirinya, KTP diambil), dipermalukan dll. Setelah itu jika mereka takut kembali, aset-asetnya dapat disita

Setelah Prabowo nantinya " berkuasa" akan diterapkan sistem ekonomi rasialis/diskriminatif ala Malaysia, karena dianggap " Masyarakat juga membenci orang2 Cina yang menguasai ekonomi". Beberapa minggu sebelumnya mereka telah beraudiensi ke UMNO ( berdasarkan berita surat kabar akhir april 1998). bukan kebetulan jika "kerusuhan rasialis" yang di rekayasa UMNO/Mhathir adalah tanggal 13 Mei 1969! (berdasarkan tulisan Duncan Campbell, "When Mobs Turn On The Merchants"). Setelah itu mereka bisa memelihara beberapa oknum pengusaha cina dan suku2 lainnya yang mau berkolaborasi (KNN) dengan mereka.

Tujuan lain Prabowo dengan memperluas kerusuhan adalah untuk mendiskreditkan Wiranto agar dianggap tidka becus oleh Soeharto dalam mengisolasikan kerusuhan sehingga Wiranto diturunkan dan diganti Prabowo yang seolah-olah melalui anak buahnya Sjafrie Sjamsuddin (Pangdam V Jaya waktu itu) berhasil mengatasi situasi di hari ke - 4 dengan berkeliling naik panser.

Wiranto yang ada pada waktu kerusuhan tidak mendapat pasukan segera mengontak anak buah setia nya Djaja Suparnam dari Kodam Siliwangi untuk mensuplai pasukan, dan terbang ke Malang. Sjafrie S telah mengacak-acak keberadaan pasukan Kodam V dan sebagian di suruh berdiam di markas, sementara pasukan Kostrad dibawah kendali Prabowo, sehingga tidak cukup suplai pasukan bagi Wiranto untuk memadamkan kerusuhan yang telah "merembet ke seluruh Jakarta".

Soeharto pulang dari Mesir dan langsung memanggil mereka.
Namun situasi sudah keburu memanas di mana gabungan kekuatan mahasiswa telah bergerak menduduki gedung DPR / MPR

Ketua MPR Harmoko "berkhianat" bersama-sama dengan wakil2nya (Syarwan Hamid, dll) menganjurkan Soeharto agar turun tahta. Dia sakit hati karena rumahnya di Solo juga dibakar.
Wiranto berusaha membela dengan mengatakan itu adalah pendapat pribadi Harmoko bukan sebegai ketua MPR.

Mahasiswa2 dan banyak lagi LSM lain mengultimatum akan mengadakan demonstrasi besar2an tgl 20 mei 1998.

Para mentri kabinet mengancam akan mengundurkan diri jika Soeharto terus bertahan.
Presiden Clinton kemungkinan besar menelpon/mengultimatum Soeharto agar segera turun tahta sebelum terjadi pertumpahan darah yang hebat antara mahiswa dan tetara. (Menurut siaran radio BBC dan Hong Kong yang di pantau pada hari itu). Dengan menyiapkan armada VII nya untuk merapat ke Tanjung Priok.

Soeharto menyerah dan mengundurkan diri setelah Habibie & Wiranto meyakinkan dia untuk membela dia dan keluarganya jika dia mundur.

Mahasiswa2 dan Demonstran2 lainnya dibersihkan, kemungkina oleh Wiranto/Habibie dari gedung MPR/DPR dengan memakai Pemuda Pancasila, Pecnak Silat KISDI, preman yang bersenjatakan golok dan di-back up oleh Kostrad. "beruntung", Marinir menetralisir keadaan dengan " membantu mengawal" mahasiswa keluar komplek MPR/DPR, dengan alasan Soeharto telah lengser keprabon.
Wiranto yang telah mengetahui apa yang terjadi dan telah mengkonsolidasikan kekuatan/pasukannya, sangat marah dengan Prabowo dan mengadakan deal/kesepakatan dengan Habibie untuk menyingkirkannya dan mencopot jabatannya sebegai Pangkostrad saat itu juga.

Prabowo marah dan mengepung istana dan meminta Habibie untuk meninjau ulang keputusannya ( lihat wawancara Habibie dengan koran Jerman Der Spriegel), namun Habibie tetap membela Wiranto.

Mamiek sangat marah dengan Prabowo dan menudingnya " kamu pengkhianat jangan injak rumah saya lagi!" pada waktu ada pertemuan keluarga.
Sejak itu Prabowo diasingkan oleh keluarganya dan Wiranto, Sehingga kabur Ke Jordania menemui teman akrabnya Pangeran (waktu, Sekarang Raja) Jordania.

Prabowo pernah mau pulang pada akhir tahun 1998, namun di sindir Gus Dur: "Jangan Pulang, nanti digebuki preman - preman Cengkarang" maksudnya preman2 Cengkareng yang dipakai juga buat melakukan kerusuhan itu mungkin akan menagih janji ( mungkin belum dibayar atau banyak teman2nya yang dibunuh setelah misi memperkosa, menjarah, membunuhnya, selesai).
Sekarang dengan jatuhnya Wiranto, Prabowo merasa lebih aman, dan mau mencuci namanya dengan menerbitkan buku.

Lihat betapa rumit permasalahannya dan melibatkan begitu banyak orang. Sehingga memang tidak mudah untuk mengadili Prabowo, karena dia bisa-bisa "menyanyi"/ mengaku, dan ujung2 nya Soeharto, Wiranto, Feisal Tandjung dll bisa terkena juga.

Berikut ini adalah isi artikel nya... biarlah anda yang menilai cerita kisah tersebut.. yang saya ambil dari cerita ini dan sangat saya sesalkan kenapa harus ada korban apakah pantas sebuah kursi ke presiden diperebutkan sampai harus mengorbankan manusia tidak berdosa dan wanita korban pemerkosaan harus menanggung dampak nya sampai akhir hidupnya.menurut saya, Walaupun pemimpin negara ,Apabila terbukti bersalah harus di adili... Perbuatan salah harus ada hukumannya.(sumber)

Pengamat: ‘Dijaga’ Media Massa Pendukung, Jokowi Telah Jago Akting Depan Kamera

Joko Widodo menjadi Presiden RI paling narsis dibandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya. Didukung dan dijaga media massa pendukung, Jokowi telah menjadi jagoan akting di depan kamera.

Sindiran itu disampaikan pengamat politik Muhammad Huda menanggapi aksi terbaru Presiden Jokowi di depan media. Jokowi meminta fotografer untuk mengabadikan aksinya melepas ratusan kodok di Istana Bogor. Jokowi juga sempat berakting saat menikmati sunrise 2016 di Raja Ampat.

“Kalau anak muda sekarang, istilahnya Jokowi itu narsis, tidak ada Presiden RI senarsis Jokowi. Ini menunjukkan bahwa Jokowi ingin dirinya dianggap hebat,” tegas Muhammad Huda dalam pernyataan kepada intelijen (04/01).

Menurut Huda, dari berbagai akting Jokowi itu akan menunjukkan kepada rakyat Indonesia bahwa kerja yang dilakukan Jokowi selama ini hanya pencitraan saja. “Terbukti blusukan masuk hutan yang dibakar, ternyata kalah di pengadilan,” sindir Huda.

Huda mengatakan, pencitraan Jokowi tersebut sangat didukung oleh banyak media yang mendukungnya. “Media tidak ada yang mengkritisi Jokowi. Semua mengamini apa yang dikeluarkan Istana,” jelas Huda.

Sebaliknya, kata Huda, jika aksi seperti Jokowi itu dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono tentu reaksi media massa berbeda. “Akan banyak media yang mengkritik dengan meminta komentar pengamat, anggota DPR yang berseberangan dengan SBY. Nampaknya media sekarang ini sudah dikondisikan ‘mengamankan’ Jokowi,” pungkas Huda.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo diberitakan telah melepas 190 ekor burung di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Tak hanya burung, Jokowi juga melepas ratusan ekor kodok dan biawak.

Informasi yang dihimpun dari fotografer Presiden Joko Widodo, Agus Suparto, acara pelepasan satwa itu dilakukan Jokowi usai berkegiatan di acara Car Free Day Kota Bogor, Jawa Barat (03/01). Acara pelepasan merupakan acara pribadi dan tanpa keprotokolan Istana Kepresidenan. (sumber)