Tampilkan postingan dengan label Ahok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahok. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Februari 2016

Ahok: Fasilitas untuk Anak Warga Kalijodo Bila Pindah ke Rusun

Jelang pembongkaran kawasan prostitusi Kalijodo, warga mulai mengemasi barang-barangnya dan bersiap pindah ke Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Namun beberapa warga khawatir aktivitas sekolah anak-anaknya terganggu karena jarak yang cukup jauh.

Namun, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan warga Kalijodo tak perlu khawatir soal sekolah anak-anak mereka. Sebab pemprov akan membantu proses pemindahan sekolah para pelajar Kalijodo.

Para siswa nantinya akan belajar di sekolah yang ada di sekitar ‎Rusun Marunda. Bahkan mereka akan mendapatkan sejumlah fasilitas, seperti antar-jemput menggunakan bus sekolah.

"Kita akan pindahkan dia ke sekolah terdekat dan diantar. Sudah seperti anak orang kaya saja, dijemput bus. Dijemput bus loh, enggak ada yang lain yang begitu enak," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/2/2016).

‎Menurut Ahok, penggusuran dilakukan karena selama ini warga tinggal di atas jalur hijau. Padahal zona tersebut sebenarnya tidak diperuntukkan untuk hunian. Selain itu, kawasan tersebut juga dikenal sebagai lokalisasi dan tempat perjudian yang dapat merusak moral generasi muda.

"Kamu pingin anak-anak kamu semua hidup dalam kondisi seperti itu? Coba kamu lihat yang ada di rusun‎, banyak orangtua berterima kasih sekarang, karena anak-anak kita urusi," ucap dia.

‎Pelajar yang tinggal di rusun akan mendapatkan beasiswa dari Pemprov DKI. Selain itu, warga juga akan mendapatkan bantuan modal untuk usaha.

"Kamu begitu pindah ke rumah susun, saya tanggung Anda. Sekolah saya kasih beasiswa, saya kasih bus, saya kasih modal usaha," beber Ahok.

Terkait fasilitas rusun Marunda yang dikabarkan masih buruk, Ahok menampik info tersebut. Menurut dia, kerusakan pada suatu bangunan merupakan suatu yang lumrah.

"Fasilitas bukannya buruk. Namanya juga bangunan. Kita beli rumah baru juga‎ mesti perbaikan. Kamu tinggal di rumah kamu atapnya kadang-kadang enggak bocor? Di rumah kamu engselnya enggak pernah copot? Ya sama," ujar Ahok.[sumber]

Ahok Tak Akan Sediakan Tempat PSK Kalijodo Beroperasi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membongkar ‎kawasan Kalijodo pada 29 Februari 2016 karena berada di jalur hijau. Tak terkecuali kafe-kafe di sepanjang Jalan Kepanduan II, Kalijodo yang dikenal menjadi lokasi bisnis prostitusi, perjudian, dan penjualan minuman keras.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menegaskan tidak akan memberikan tempat bagi PSK Kalijodo untuk beroperasi lagi. Apalagi para PSK kebanyakan bukan warga asli Jakarta. Ahok ingin para PSK itu kembali ke kampungnya masing-masing.

‎"Saya tidak mau menyediakan, karena undang-undang kami tidak memperbolehkan menyediakan lokasi untuk PSK," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/2/2016).

Kendati begitu, Ahok mengakui memberantas bisnis prostitusi tidak mudah. Praktik esek-esek ini kerap ditemui di beberapa tempat. Oleh karena itu, pemprov menyerahkan penanganan itu kepada pihak berwajib.

"Tapi kalau Anda mau menjual diri di hotel atau di rumah, itu urusan Anda. Itu ditangkap polisi, pidana, begitu saja," tandas Ahok.

Ratapan PSK Kalijodo, Disekap dan Layani Belasan Tamu Semalam
Mantan Bupati Belitung Timur tersebut menegaskan penertiban Kalijodo harus ‎dilakukan. Sebab, pemukiman warga berada di atas jalur hijau, bukan semata-mata karena ada bisnis prostitusi di sana. Pada penertiban ini, Ahok memberikan solusi kepada warga Kalijodo yang memiliki KTP DKI untuk pindah ke rumah susun (rusun).

"Negara ini ada aturan hukum. Ini hijau, ini ruang terbuka hijau. Maka kita harus bereskan. Kita butuh 33 persen hijau (di Kalijodo)," ucap Ahok.

Demikian pula dengan warganya yang melanggar aturan dengan membuka usaha di atas jalur hijau. Ahok menegaskan tidak akan menolerir siapa saja yang melanggar aturan, sekalipun dengan alasan desakan ekonomi.

"Ya saya tidak bisa membiarkan alasan untuk kerja lalu untuk melanggar aturan. Kalau begitu kita jual narkoba saja. Boleh enggak saya jual narkoba supaya saya bisa bantu 10 ribu-20 ribu orang kerja sama saya? Tidak boleh," tegas Ahok.[sumber]

Ahok Kembalikan Kalijodo Jadi Tempat Cari Pacar

Penertiban kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, tinggal menghitung hari. Sebagai kawasan jalur hijau, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan mengembalikan taman seperti zaman dulu.

"Taman Kalijodo, tempat kamu mencari pacar. Balik lagi ke zaman dulu," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Awalnya, kawasan Kalijodo memang terkenal sebagai tempat orang bercengkerama sembari mencari jodoh. Karena itu pula, kawasan itu akhirnya dinamakan Kalijodo.

Dengan luas 1,6 hektare, bukan tidak mungkin Kalijodo disulap menjadi hutan kota. Namun Ahok memilih mengubah kawasan esek-esek itu menjadi taman.

"Kalijodo kita enggak bikin hutan kota. Lebih condong taman Kalijodo," ujar Ahok.

Keberadaan taman dirasa lebih bermanfaat bagi warga dibanding hutan kota. Dengan adanya taman, fungsi tempat berkumpul sambil berkuliner ria bisa diwujudkan kembali.

"Zaman dulu kan bener, ngumpul, makan, kuliner," pungkas Ahok.[sumber]

Jelang Penggusuran Kalijodo, Ahok Ganti Kepala Satpol PP

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hari ini akan merombak kembali jajaran pejabat di lingkungan Pemprov DKI. Salah satu pejabat yang akan diganti adalah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DKI Kukuh Hadi Santoso.

"Iya (hari ini ada pelantikan pejabat eselon). Jam 13.00 WIB," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Agus Suradika, Selasa, 23 Februari 2016 malam.

Agus mengatakan ada tiga pejabat eselon II atau setingkat kepala dinas, kepala badan, dan kepala biro yang akan diganti. Kemudian ada 56 pejabat eselon III dan IV yang juga akan dilantik pada Rabu (24/2/2016).

Ratapan PSK Kalijodo, Disekap dan Layani Belasan Tamu Semalam
"Ada (pejabat) yang dijadikan staf," kata mantan Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI itu.

Agus menyebutkan ada 3 pejabat eselon II yang akan diganti. "Yang diganti Kasatpol PP, Kepala Biro Dikmental (Pendidikan dan Mental Spiritual), dan Asisten Deputi Gubernur Bidang Pariwisata," ucap Agus.

Adapun Kepala Biro Dikmental DKI saat ini masih ditempati Ahmad Gozali. Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan DKI ditempati Delly Indrayati. Jika melihat data, Kukuh dan Delly memang telah memasuki usia pensiun pada tahun 2016 ini.

Namun belum diketahui pejabat itu dijadikan staf saat memasuki usia pensiun atau tidak. Sebab, Satpol PP DKI baru akan mengeksekusi serta meratakan kawasan Kalijodo pada 29 Februari mendatang. Sementara Ahok memutuskan penggantian pucuk kepemimpinan Satpol PP, 5 hari sebelum eksekusi kawasan prostitusi Kalijodo.[sumber]

Relawan Teman Ahok Kader Parpol

Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Hendrawan Supratikno mengungkap bahwa TemanAhok memiliki hubungan yang sangat dekat dengan partainya. Bahkan, para relawan TemanAhok itu terdiri dari kader-kader PDIP.

"TemanAhok itu yang mengumpulkan KTP independen basis politiknya banyak berhimpitan dengan PDIP," kata Hendrawan kepada Liputan6.com di Jakarta, Rabu (24/2/2016).

Bahkan, kata dia, ada beberapa teman dan saudara Hendrawan yang aktif mencari dukungan untuk Ahok melalui TemanAhok. "Di dalamnya ada keponakan saya, selama ini di PDIP. Ada tetangga, ada menantu saya," ujar dia.

Kedekatan PDIP dan TemanAhok ini, kata dia, dapat dilihat dari basis politik yang sama. "Kami (PDIP) plural dan sangat menghargai kebinekaan, kan itu yang dijaring TemanAhok. Harapan mereka kan harapan kader kami juga, jadi enggak usah dipertentangkan," ucap Hendrawan.

Oleh karena itu, Hendrawan memperingatkan Ahok agar tak jumawa bahwa dia telah didukung warga Jakarta sehingga mengatakan tak membutuhkan partai politik.

"Jangan ada nada-nada deparpolisasi. Ini untuk memperingatkan Ahok juga, jangan ada nada-nada meremehkan peran parpol," tutup Hendrawan.

Kata TemanAhok

Sementara, pernyataan Hendrawan ini dibantah TemanAhok. Juru Bicara TemanAhok, Amalia Ayuningtyas memastikan tak ada satupun pengurus relawan yang kader partai politik.

"Kita malah aneh dengan pernyataan itu, setahu saya pengurus tidak ada orang partai," ujar Amalia.

Namun, ujar dia, TemanAhok tak pernah mempermasalahkan latarbelakang para relawan yang mencari KTP warga Jakarta. "Kalau untuk relawan kami nggak memandang bulu partai apa, sejauh ini TemanAhok mewadahi berbagai latar belakang," lanjut dia.

Ditambah lagi, selama ini TemanAhok tak pernah berkomunikasi dengan PDIP untuk membicarakan soal Pilkada DKI Jakarta.

Amalia yakin, banyaknya partai yang ingin mempersunting Ahok sebagai calon Gubernur tak lepas dari peran TemanAhok yang susah payah mencari dukungan warga Jakarta. "Kami percaya partai yang mendekati Ahok karena melihat antusiasme masyarakat dari KTP yang dikumpulkan TemanAhok," tutup Amalia.[sumber]

Ahok Kirim Surat Peringatan ke-2 ke Warga Kalijodo Besok

Pemerintah Provinsi DKI menunjukan keseriusannya untuk membongkar kawasan prostitusi Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, dan Tambora, Jakarta Barat. Pembongkaran dilakukan karena kawasan tersebut berada di atas jalur hijau.

Pihak kecamatan, Kamis 18 Februari 2016, sudah melayangkan Surat Peringatan (SP) 1. Surat tersebut berlaku untuk rentang waktu 7 hari sejak peringatan tertulis diterima. Artinya, masa berlaku peringatan akan habis Kamis (25/2/2016) besok.

"Oh tetap kasih (SP2). Karena peraturan menjadi SP2. Karena masih ada beberapa yang enggak mau bongkar kan. Jadi tetap kasih SP2, nanti kasih SP3," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/2/2016).

Ahok menyarankan agar warga membongkar sendiri bangunannya yang akan digusur itu. Selain bisa memanfaatkan barang atau bagian dari bangunan yang ada, pembongkaran oleh warga juga dapat memudahkan proses eksekusi.

"Kalau saya lihat mereka pada bongkar sendiri kok. Kalau kami yang bongkar kan rusak barang-barangnya. Tapi kalau kamu buka atap, masih ambil kusen, jendela, pintu, kan masih lumayan. Kalau yang lain, kami bongkar," demikian Ahok.

Untuk SP 2, masa berlaku peringatan adalah 3 hari. Setelah berlalu, pemerintah akan mengeluarkan SP 3 untuk tenggang waktu satu hari.

SP 3 dikeluarkan Senin 29 Februari 2016, tahapan selanjutnya, pemerintah akan mengeluarkan Surat Perintah Bongkar‎ (SPB). Pada hari itu pula, Satpol PP DKI akan mengeksekusi kawasan Kalijodo.[sumber]

Tak Didukung Partai, Kans Ahok di Pilkada Rendah

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) makin mantap mendukung Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Ditambah lagi, Megawati Soekarnoputri sudah bertemu dengan Ahok untuk membahas soal dukungannya.

Meski begitu Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, pertemuan Ahok dan Ketua Umum PDIP itu untuk dilakukan penjajakan sebagai calon gubernur.

"Prosesnya kan penjaringan, penyaringan, fit and propertest, survei dan cek ricek lagi," ujar Hendrawan kepada Liputan6.com di Jakarta, Rabu (24./2/2016).

Hendrawan mengatakan meski masyarakat berantusias mendukung Ahok, namun jika tanpa dukungan partai kesempatan mantan Bupati Belitung Timur itu menang dalam Pilkada DKI sangat tipis.

"Kalau pak Ahok tidak didukung partai, kansnya rendah untuk memenangkan kembali (Pilkada DKI)," kata Hendrawan.

Selain itu, kata Hendrawan, partainya juga akan mendukung Djarot Saiful Hidayat untuk mendampingi Ahok dalam Pilkada. "Kemungkinan Djarot sangat besar tetapi prosesnya harus disepakati. Incumbent tidak perlu tergesa-gesa lah," lanjut dia.

Harapan TemanAhok

Sementara, TemanAhok sampai saat ini masih berharap agar suami Veronica Tan itu dapat maju sebagai cagub melalui jalur independen. Apalagi, menurut Juru Bicara TemanAhok, Amalia Ayuningtyas makin hari dukungan masyarakat melalui KTP makin besar.

"Sampai sekarang kami masih fokus menggenapkan 1 juta. Kalau dukungan partai sejauh masih belum clear akan jalan terus," kata Amalia.

Apalagi, kata dia, sejak Ahok menyatakan bahwa akan maju Pilkada melalui jalur independen perhari TemanAhok bisa mengumpulkan 3.500 KTP.

"Kami percaya partai yang mendekati Ahok karena melihat antusiasme masyarakat dari TemanAhok, kami PD aja. Kami nggak masalah," kata dia.

TemanAhok pun, kata Amalia tak akan kecewa jika nantinya Ahok memutuskan maju melalui jalur partai politik. Namun, dia berharap Ahok menjelaskan kepada 750 ribu warga Jakarta yang sudah menyerahkan KTP nya melalui TemanAhok.

"Kalau Ahok nanti maunya maju melalui partai dia harus menyiapkan cara bagaimana komunikasikan dengan 750 ribu warga yang sudah mengatakan dukungannya," ujar Amalia.[sumber]

Selasa, 22 Desember 2015

Ahok Dakwah tentang Islam bikin Takjub

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa dengan Ahok tidak sekali atau dua kali mengatakan sesuatu yang unik. Kali ini, Ahok bicara tentang pemimpin Islam dan Nabi Muhammad SAW. Ahok suka mengutip atau memberikan contoh dari keteladanan Khalifah Umar dan Nabi Muhammad SAW.

Salah satunya adalah pada waktu Ahok menjamu siswa peserta Jambore Pelajar se-Pulau Jawa 2015 dari Maarif Institute di Balai Kota. Ahok membuka sesi tanya jawab dengan para siswa-siswa tersebut.

Terang saja, para siswa segera melontarkan pertanyaan ke Ahok, mulai dari urusan memimpin DKI Jakarta, latar belakang dirinya sampai dengan berhubungan tentang pemimpin yang jujur.

Ahok dengan gaya khasnya memberi jawaban lugas kepada para siswa itu.

"Kita harus transparan. Ajaran Nabi Muhammad tentang sifat siddiq (benar), amanah (bisa dipercaya), tabligh (menyampaikan), fathonah (bijaksana). Pemimpin buktikan itu, orang akan lihat kamu," terang Ahok memberi pesan tentang bagaimana sebaiknya seorang pemimpin.

Ahok juga menyampaikan, dirinya bukan seorang betawi dan bukan seorang Islam. Dan dia tak mau pura-pura menjadi betawi atau karena politik pindah agama. Tapi Tuhan memberikan dia amanah untuk menjadi Gubernur DKI.

"Kan jabatan pemberian Tuhan, kalo kun fayakun mah jadi saja. Ahok itu islam tapi belum dapet hidayah karena hidayah milik Allah. Gus Dur makin beragama makin humanis," terang dia.

Ahok mengingatkan pada para siswa, menjadi pemimpin kuncinya adalah Tuhan. Mintalah segala sesuatu kepada Tuhan.

Menurut dia juga, dirinya sengaja blak-blakan soal pemerintahan. Yang tak bener dia sikat dan ungkapkan. Ahok ingin semua pemimpin benar-benar berpegang pada agama, seperti halnya Nabi Muhammad yang siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah.

"Makanya saya membuka ruang kerja saya isinya anak magang. Agar ada keteladanan, menjadi model.

"Kalau ini berhasil, pasti muncul Ahok lainnya. Jadi anggota DPRD, lalu kepala daerah, bisa lakukan perlawanan tidak terima suap. Saya datang ke sini jadi provokator," tutupnya.

Bagaimana menurut Anda?(Sumber)